Metode Pieces dan Contohnya dalam Tahapan Analisis Sistem

Metode Pieces dan Contohnya dalam Tahapan Analisis Sistem - Untuk pembahasan selanjutnya kita masuk ke Analisis sebuah sistem, dimana yang akan kita bahas ialah Metode PIECES/ Analisis PIECES. Karena analisis pieces ini yang sering kali digunakan dan sangat familiar dalam pemecahan sebuah masalah. Oke langsung saja kita bahas satu persatu mengenai Metode Pieces atau Analisis pieces ini.




  Metode Pieces dan Contohnya dalam Tahapan Analisis Sistem



Pengertian Pieces dalam Sistem Informasi

Untuk mengidentifikasi masalah, harus dilakukan analisis terhadap kinerja, informasi, ekonomi, keamanan aplikasi, efesiensi dan pelayanan-pelayanan. Panduan ini dikenal dengan Analisi PIECES (Performance, Information, Economy, Control, Efeciency, Service). Dari analisis ini biasanya yang muncul dipeermukaan bukan masalah utama, tetapi hanya gejala dari masalah utama saja.

1.  Analisis Kinerja (Performance)

Masalah kinerja terjadi ketika tugas-tugas bisnis yang dijalankan tidak mencapai sasaran. Kinerja diukur dengan jumlah produksi dan waktu tanggap. Jumlah produksi adalah jumlah pekerjaan yang bisa diselesaaikan selama jangka waktu tertentu. Pada bagian pemasaran, kinerja diukur beerdasarkan volume pekerjaan, pangsa pasar yang diraih atau citra perusahaan.
Waktu tanggap adalah keterlambatan raata-rata antara suatu transaksi dengan tanggapan yang diberikan kepada transaksi tersebut.

2.  Analisis Informasi (Information)

Informasi merupakan komoditas krusial bagi pengguna akhir. Evaluasi terhadap kemampuan sistem informasi dalam menghasilkan inforamsi yang bermanfaat perlu dilakukan untuk menyikapi peluang dan menangani masalah yang muncul. Dalam hal ini meningkatkan kualitas informasi tidak dengan menambah jumlah informasi, karena terlalu banyak informasi justru akan menimbulkan masalah baru. Situasi yang membutuhkan peningkata informasi seperti :

a.  Kurangnya inforamsi mengenai keputusan atau situasi yang sekarang

b.  kurangnya informasi yang relavan mengenai keputusan ataupun situasi sekarang

c.  kurangnya informasi yang tepat waktu

d.  terlalu banyak informasi

e.  informasi tidak akurat

informasi juga dapat merupakan fokus dari suatu batasan atau kebijakan sementara analisis informasi memeriksa output sistem, analis data meneliti data yang tersimpan dalam sebuah sistem. Permasalahan yang dihadapi meliputi :

a.  Data yang berlebihan, data yang sama ditangkap dan/atau disimpan dibanyak tempat.

b.  kekuatan data, data diragkap dan disimpan, tetap terorganisasikan sedemikian rupa sehingga laporan dan pengujian tidak dapat atau sulit dilakukan.

3.  Analisis Ekonomi (Economy)

Alasan ekonomi barangkali merupakan motivasi paling umum bagi suatu proyek. Pijakan dasar bagi kebanyakan manajer adalah biaya atau rupiah. Persoalan ekonomis dan peluang berkaitan dengan masalah biaya. Adapaun hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

1.  Biaya

a.  biaya tidak diketahui

b.  biaya tidak dapat dilacak kesumber

c.  biaya terlalu tinggi

2.  Keuntungan

a.  pasar-pasar baru dapat dieksplorasi

b.  pemasaran saat ini dapat diperbaiki

c.  pesanan-pesanan dapat ditingkatkan

4.  Analisis Keamanan (Control)

Tugas-tugas perlu dimonitorinng dan dibetulkan jika ditemukan kinerja yang dibawah standar. Control dipasang untuk meningkatkan kinerja sistem, mencegah atau mendeteksi kesalahan sistem, menjamin keamanan data, informasi, dan persyaratan.

5.  Analisis Efesiensi (Efeciency)

Berikut adalah indikasi bahwa suatu sistem dapat dikatakan tidak efesien :

a.  banyak waktu yang terbuanng pada aktivitas sumber daya manusia, mesin, atau komputer.

b.  data diinput atau disalin secara berlebihan

c.  data diproses secara berlebihan

d.  informasi dihasilkan secara berlebihan

e.  usaha yang dibutuhkan untuk tugas-tugas terlalu berlebihan

f.  material yang dibutuhkan untuk tugas-tugas terlalu berlebihan

6.  Layanan (Service)

Berikut adalah beberapa kriteria penilaian dimana kualitas suatu sistem bisa dikatakan buruk :

a.  sistem menghasilkan produk yang tidak akurat

b.  sistem menghasilkan produk yang tidak konsisten

c.  sistem menghasilkan produk yang tidak dipercaya

d.  sistem tidak mudah dipelajari

e.  sistem tidak mudah digunakan

f.  sistem canggung digunakan

g.  sistem tidak flexible

Contoh Analisis Pieces

berikut adalah contoh Analisis PIECES :

ANALISIS PIECES PENEMUAN BARANG HILANG (STUDI KASUS DI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA)


Dengan pesatnya kemajuan teknologi seperti sekarang ini, seakan menuntut kita untuk memperbaiki segala bidang dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Teknologi diciptakan untuk mempermudah manusia dalam mengerjakan tugasnya, dan juga dengan kecepatannya, teknologi menawarkan efisiensi dan efektifitas dalam bekerja. Disamping itu, teknologi dapat meningkatkan kualitas seseorang, lembaga maupun instansi yang menggunakannya.

Pada kesempatan kali ini kami akan mencoba menganalisis Sistem Penemuan Barang hilang di STMIK AMIKOM YOGYAKARTA yang sampai detik ini masih menggunakan sistem manual. Selanjutnya kami akan menganalisis kedua sistem tersebut, sistem penemuan barang hilang manual sebagai sistem lama dan sistem penemuan barang hilang on line dan  sebagai sistem baru untuk mempermudah mahasiswa, dosen dan seluruh karyawan amikom dalam mengetahui informasi kehilangan barang dengan cepat.

1.  PERFORMANCE (ANALISIS KINERJA)

Sistem baru

Pada sistem online, mahasiswa dapat dengan mudah mengakses situs yang disediakan pihak kampus, dengan cara login dengan NIM/NIK masing-masing dan Password .
Admin yang mengelola sistem dapat mengubah, menghapus atau memperbarui jika ada data lain yang masuk. Pengguna(mahasiswa, dosen dan seluruh karyawan hanya bisa melihat informasi yang ada di sistem saja tanpa bisa mengubah, menghapus atau memperbarui data untuk meminimalisir terjadinya manipulasi data atau kebohongan data.

Dengan menggunakan teknologi berbasis web lokal yang bisa di akses hanya di lingkungan Amikom saja,  mahasiswa, dosen, maupun karyawan tidak perlu datang ke pos satpam untuk mengecek barang hilang, cukup dengan login di website lokal dengan mengisikan biodata serta kriteria barang yang hilang.

Sistem lama

Pencarian barang yang hilang dengan sistem manual kurang efektif dan efesien. Selain itu, mahasiswa, dosen dan karyawan harus datang ke pos satpam untuk mencari barang yang hilang untuk menanyakan ada atau tidak nya barang hilang di pos satpam.

2.  INFORMATION (ANIALISIS INFORMASI)

Sistem baru

Dengan sistem baru mahasiswa dapat dengan cepat dan mudah mengakses informasi. Dapat dilakukan dengan memanfaatkan komputer, laptop, dan android, kapan saja asalkan masih di dalam lingkup Amikom karena web berbasis local, selain itu juga penyebaran informasinya lebih cepat.

Sistem lama

Terkadang informasi tentang kehilangan barang masih simpang siur. Sehingga mahasiswa, dosen dan karyawan harus selalu datang untuk mengecek ada atau tidak nya barang yang hilang tersebut di pos satpam. Dan itu membutuhkan waktu lebih lama daripada sistem yang sudah dibuat lebih otomatis.

3.   ECONOMY (ANALISIS EKONOMI)

Sistem baru

Sistem ini lebih efisien dan efektif bagi mahasiswa, karyawan, dan dosen karena tidak perlu menghabiskan tenaga untuk berjalan ke pos satpam untuk mengecek barang yang hilang.
Dengan sistem web lokal ini , mungkin lebih mahal dibanding dengan menggunakan sistem manual, namun  kemungkinan ini harus diperhitungkan dengan metode tertentu.

Sistem lama

Mahasiswa harus datang ke pos satpam untuk mengecek apakah barang yang hilang tersebut sudah ditemukan atau belum. Itu berarti mahasiswa,dosen dan karyawan harus berjalan menuju pos satpam. sedangkan jika menggunakan web lokal ini mahasiswa, dosen, dan karyawan hanya cukup mengeceknya lewat web lokal.

 4.  CONTROL (ANALISI KEAMANAN/SECURITY)

Sistem baru

Dengan sistem web lokal untuk mengetahui barang yang hilang keamanan mudah dikontrol sehingga dapat membantu memudahkan mahasiwa, karyawan dan dosen dalam pencarian barang yang hilang.
Sistem web lokal untuk mengetahui kehilanagn barang ini memudahkan dalam kontrol karena kemungkinan untuk terjadi kesalahan dapat diminimalisir, dapat di cek dan di pantau langsung oleh admin setiap saat.

Sistem Lama

Keamanan pada sistem lama kurang dikontrol dengan baik. Karena dengan pencarian secara manual memungkinkan terjadinya salah komunikasi.

5.  EFFICIENCY (ANALISIS EFISIENSI)

Sistem Baru

Dengan menggunakan sistem Penemuan Barang berbasis lokal. maka akan memudahkan bagi mahasiswa, dosen dan seluruh karyawan di STMIK AMIKOM YOGYAKARTA dalam melapor atau melakukan pencarian, yaitu tidak terbatasnya jarak dan waktu, lebih efektif, efisien serta hemat.

Sistem Lama

Apabila menggunakan sistem KRS manual maka lebih banyak waktu dan biaya yang di habiskan. Serta terbatasnya jarak untuk menempuh perjalanan ke kampus. Sehingga tidak efisien dan efektif dalam sistem KRS manual tersebut.

6.  SERVICE

Sistem Baru

Pelayanan dalam sistem penemuan barang berbasis web lokal lebih cepat, efisien dan user friendly, dapat diakses oleh mahasiswa, dosen dan seluruh karyawan STMIK AMIKOM YOGYAKARTA, kapan saja asalkan masih dalam lingkungan AMIKOM.

Sistem Lama

Pelayanan dalam sistem penemuan barang berbasis web dengan menggunakan sistem lama untuk mendapatkan informasi lebih lama, dan tidak sedikit mahasiswa STMIK AMIKOM YOGYAKARTA yang tidak bertanggungjawab ketika menemukan barang dikarenakan kurang perduli terhadap sesama.

Demikianlah artikel mengenai Metode Pieces dan Contohnya dalam Tahapan Analisis Sistem, semoga dapat bermanfaat dan menjadi gambaran anda dalam mengidentifikasi sebuah masalah.

Sumber : Buku Analisis dan Perancangan Sistem Informasi, Penulis : Hanif Al Fatta, Penerbit : Andi
Tentang:

Share:


Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar