Tampilkan postingan dengan label bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa. Tampilkan semua postingan
Kumpulan Pengertian Puisi Menurut Para Ahli Terlengkap

Kumpulan Pengertian Puisi Menurut Para Ahli Terlengkap

Kumpulan Pengertian Puisi Menurut Para Ahli Terlengkap - Sebagaimana pernah dibahas pada artikel sebelumnya, yakni pengertian puisi lama,puisi baru,dan puisi kontemporer. Sejatinya sebuah sastra pada umumnya terbagi menjadi tiga jenis, yaitu prosa, puisi dan drama. Dimana prosa ialah sebuah sastra yang bersifat bebas, berbeda dengan puisi.

Kumpulan Pengertian Puisi Menurut Para Ahli Terlengkap

Pengertian Puisi 

 Puisi merupakan salah satu bentuk sebuah karya sastra yang mengungkapkan sebuah perasaan dan suatu pikiran dari si penyair secara imajinatif, tersusun, serta disusun dengan mengonsentrasikan sebuah kekuatan bahasa dengan sebuah struktur fisik serta struktur batin. Atau puisi juga bisa diartikan dengan sebuah seni tertulis yang memakai bahasa sebagai kualitas estetiknya atau keindahan yang terdapat didalamnya.

Disini akan saya ulas Beberapa Pengertian Puisi Menurut Beberapa Ahli yang sudah saya rangkum dari berbagai sumber, yaitu sebagai berikut :
CJOD-207 https://woof.tube/stream/5qpx1avM8xj

Pengertian Puisi Menurut Beberapa Ahli


1. Putu Arya  Tirtawirya

Menurut Putu Arya  Tirtawirya pengertian puisi adalah suatu ungkapan secara implicit dan samar, dengan makna yang tersirat, dan kata-kata didalam nya condong pada kata konotatif.

2. John Keats

Menurut John Keats pengertian puisi adalah suatu usaha untuk membaca indah dari membayangkan suatu narasi proses pemikiran atau logis. Tidak menyiratkan sebuah puisi yang tidak masuk akal atau tidak mempunyai narasi.

3. Pradopo

Menurut Pradopo pengertian puisi adalah sebuah aktivitas yang sifatnya pencurahan jiwa yang padat, serta bersifat sugesti dan asosiatif.

4. Djoko Pradopo

Menurut Djoko Pradopo pengertian puisi adalah suatu hasil kegiatan pemadatan, yaitu suatu proses penciptaan dengan cara menangkap sebuah kesan-kesan lalu memadatkannya (Kondensasi).

5. Herman J Waluyo

Menurut Herman J Waluyo pengertian puisi adalah suatu bentu karya sastra yang mengungkapkan sebuah fikiran dan perasaan si penyair dengan secara imajinatif dan tersusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dan pengonsentrasian sebuah struktur fisik dan batinnya.

6. Ralph Waldo Emerson

Menurut Ralph Waldo Emerson pengertian puisi adalah cara mengajarkan sebanyak-banyaknya kata dengan kata-kata sedikit mungkin.

7. Watt Dunton

Menurut  Watt Dunton pengertian puisi adalah suatu ekspresi yang kongkret dan sifatnya artistic dari sebuah pemikiran manusia dalam bahasa emosional dan berirama.

8. Sastra Sudjiman

Menurut Sastra Sudjiman pengertian puisi adalah suatu ragam sastra yang bahasanya terikat oleh suatu irama, mantra, rima, serta ssesuatu dalam penyusunan larik dan bait.

9. Usman Awang

Menurut Usman Awang pengertian puisi adalah puisi bukanlah suatu nyanyian orang putus asa yang mencari suatu ketenangan dan kepuasan dalam puisi yang ditulisnya.

10. Muhammad Hj.Salleh

Menurut Muhammad Hj.Salleh pegertian puisi adalah sebuah bentuk karya sastra yang kental dengan music bahasa serta suatu kebijaksanaan oleh si penyair dan tradisinya.

11. Edwin Arlington Robinson

Menurut Edwin Arlington Robinson pengertian puisi adalah suatu bahasa yang akan disampaikan sesuatu yang tidak hendak dinyatakan, tidak diperkirakan sama dan ada puisi yang benar atau sebaliknya.

12. Waluyo

Menurut Waluyo pengertian puisi adalah suatu karya sastra dengan gaya bahasa yang dipadatkan, diersingkat dan diberikan irama dengan suara bunyi yang padu dengan pemilihan sebuah kata kias.

13. H.B. Jassin

Menurut H.B. Jassin pengertian puisi adalah suatu pengucapan dengan sebuah perasaan yang didalamnya mengandung suatu fikiran dan sebuah tanggapan.

14. Dresden

Menurut Dresden pengertian puisi adalah sebuah dunia dalam kata, dimana isi yang terkandung didalamnya merupakan cerminan pegalaman, pengetahuan, dan perasaan penyair yang membentuk sebuah dunia bernama puisi

15. Schmitt dan Viala

Menurut Schmitt dan Viala pengertian puisi adalah seni menciptakan bahasa yang berbeda dari pemakai bahasa sehari-hari. 

Puisi juga memiliki unsur-unsur yang harus dipahami oleh seorang penyair, dibawah ini akan saya bahas mengenai unsur-unsur puisi. Dimana puisi memiliki dua unsur yakni struktur fisik dan struktur batin, berikut ulasan nya  :


Unsur-Unsur Puisi


1.Struktur Fisik Puisi

a. Perwajahan Puisi (Tipografi), merupakan suatu bentuk yang seprti halaman yang tidak dipenuhi dengan kata-kata.

b. Diksi, merupakan pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya.

c. Imaji, merupakan kata atau susunan kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti pengliihatan, pendengaran,perasa.

d. Kata Kongkret, merupakan kata yang ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji.

e. Bahasa Figuratif, merupakan bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu.

f. Versifikasi, yakni menyangkut rima, ritme dan metrum.

2. Struktur Batin Puisi

a. Tema/makna(sense) , media puisi yakni bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik itu makna tiap kata, baris, bait. Maupun makna keseluruhannya.

b.Rasa(feeling), yakni sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat didalam puisinya.

c. Nada (Tone), yakni sikap penyair terhadap pembaca nya, nada juga berkaitan dengan tema dan rasa.

d. Amanat/Maksud/Tujuan (Itention), tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi, baik sadar maupun tidak sadar.

Demikian lah beberapa pengertian puisi menurut para ahli serta unsur-unsur puisi yang harus kita pahami sebelum menulis sebuah puisi. Semoga dapat menjadi acuan anda dalam mempelajari penciptaan puisi yang memiliki nilai.
Mengidentifikasi Kesalahan Penggunaan Konjungsi

Mengidentifikasi Kesalahan Penggunaan Konjungsi

Mengidentifikasi Kesalahan Penggunaan Konjungsi
Mengidentifikasi Kesalahan Penggunaan Konjungsi
Konjungsi merupakan kata penghubung atau kata sambung. Dalam struktur tata bahasa konjungsi berfungsi untuk menghubungkan sebuah konstituen dengan konstituen lainnya. Konstituen yang dimaksud dapat berupa kata, perasa, klausa dan kalimat.

Pembagian konjungsi Berdasarkan konstituen
  • Konjungsi koordinatif adalah konjungsi menghubungkan dua konstituen atau lebih yang kedudukannya sederajat.
    dan => menyatakan hubungan jumlah.
    tetapi, melainkan, sedangkan, => menyatakan hubungan perte.
    atau => menyatakan hubungan memilih.
    kemudian, lalu => menyatakan hubungan urutan.
    bahkan => menyatakan hubungan menguatkan.
    Konjungsi koordinatif selalu menghubungkan dua konsituen oleh karena itu letaknya tidak mungkin di awal kalimat.
  • Konjungsi Subordinatif adalah konjungsi menghubungkan dua konjungsi yang kedudukannya tidak sederajat.
    jika, kalau, jikalau, asal, andaikan, seandainnya, apabila => menghubungkan pernyataan persyaratan.
    karena dan sebab => menghubungkan pernyataan sebab.
    sampai dan hingga => menghubungkan pernyataan bebas.
    setalah, sesudah, sebelum, sewaktu dan waktu => menghubungkan pernyataan pertalian waktu dan peristiwa.
    biarpun, meskipun, sungguhpun dan walaupun => menghubungkan pernyataan kesungguhan.
    agar dan supaya => menghubungkan maksud
  • Konjungsi Korelatif adalah bertugas menghubungkan kata atau frasa atau klausa yang setara kedudukannya tetapi terpisah .
    misalnya: baik, maupun, tidak hanya, tetapi juga, jangankan, pun.
    perhatikan penggunaan konjungsi pada kalimat berikut :
    Meskipun kaya tetapi dia tidak sombong.

    Penggununaan konjungsi pada kalimat tersebut sekilas sudah benar, namun juka di cermati ternyata kalimat ini rancu. Kalimat tersebut dapat di perbaiki menjadi kalimat yang benar berikut :
    1. Meskipun kaya, ia tidak sombong.
    2. Ia kaya tetapi tidak sombong.
  • REAL-685 https://woof.tube/stream/XQYmQWDCe6V
  • Penggunaan konjungsi meskipun dan tetapi tidak dapat digunakan sekaligus dalam kalimat. penggunannya hanya kata meskipun atau tetapi seperti pembetulan contoh kalimat 1 (satu) atau 2 (dua).
Menemukan Ide Pokok atau Gagasan Utama di Kalimat

Menemukan Ide Pokok atau Gagasan Utama di Kalimat

Menemukan Ide Pokok atau Gagasan Utama di Kalimat

Ide pokok atau gagasan utama adalah gagasan yang menjiwai paragraf. Gagasan ini termaksut dalam kalimat utama.Dengan kata lain kalimat utama adalah kalimat yang memuat gagasan utama . Cara menentukan kalimat utama dalam paragraf adalah dengan mengetahui ciri atau penanda . kata kunci dalam kalimat utama yang memuat gagasan utama antara lain :
  • Jadi ....
  • Ada beberapa...
  • Dengan demikian ...
  • Pada dasarnya ...
  • Intinya ...
  • Sebagai simpulan ...
  • Dapat di gambarkan sebagai ...
  • Sebenarnya ...

Jika ada penanda kata seperti di atas , berarti itu lah kalimat utamanya , kalimat yang memuat ide utamanya .sebuah paragraf hanya memliki satu kalimat utama . kalimat tama terdapat di awal, di akhir dan awal yang di tegaskan di akhir . jika kalimat utama di awal paragraf kemudian di tegaskan pada akhir paragraf dinamakan paragraf deduktif induktif dan paragraf campuran .
CJOD-206 https://woof.tube/stream/erupXwtCjMG
Sebaliknya , kalimat yang menjelaskan pikiran utama di namakan kalimat penjelas . sudah barang tentu jika kalimat penjelas lebih banyak daripada kalimat utama. Kalimat  penjelas mempunyai penanda anara lain :

  • Uraian-uraan kecil,
  • Contoh contoh ,
  • Peristiwa ilustrasi,
  • Rincian 
  • Kutipan-kutipan
  • Ada unsur menjelaskan 

Sebagai Contoh :
Sebenarnya, Karyawan adalah aset perusahaan yang harus dilindungi. Keselamatan dan kesehatan mereka tidak boleh diabaikan.Kebiasaan perusahaan yang sering terlambat dalam menangani keselamatan karyawan harus ditinggalkan. Jika, perlu kesehatan karyawan di asuransikan.

Ide pokok dari paragraf di atas adalah Karyawan adalah aset perusahaan.
Menemukan Inti Kalimat Berdasarkan Urutan,Pola Penalaran dan Tujuan

Menemukan Inti Kalimat Berdasarkan Urutan,Pola Penalaran dan Tujuan

Menemukan Inti Kalimat

Menemukan Inti Kalimat 
Inti atau ide kalimat merupakan gagasan yang secara struktual maknawi membawakan gagasan yang lain.

Oleh sebab itu,inti atau ide pokok merupakan suatu konsep yang secara ordinatif mencakup konsep gagasan lain (menyubordinasi gagasan lain).Gagasan gagasan lain yang terwujud dalam kalimat kalimat penjelas atau pendkung gagasan pokok itu berantai berkesinambungan guna membentuk kesatuan paragraf .
CJOD-205 https://woof.tube/stream/ZVf4995u169
Menemukan inti atau ide pokok dapat dilakukan dengan mengenal jenis-jenis paragraf.

Berdasarkan urutannya : paragraf pembuka ,paragraf isi ,paragraf penutup
  • Paragraf pembuka merupakan paragraf yang terletak pada awal karangan . fungsinya mengantarkan pokok bahasan yang hendak di sampaikan pada paragraf berikutnya
  • Paragraf isi terletak di antara paragraf pembuka dan paragraf penutup . fungsinya adalah untu mengembangkan pokok persoalan yang telah di tentukan . jumlah paragraf isi di sesuaikan dengan ketuntasan pokok pikiran yang di temukan .
  • Paragraf penutup mengakhiri atau menutup  karangan . fungsinya menekan poko pokok pikiran yang harus diingat pembaca , memberi saran terakhir , harapan , acuan atau ajakan .
Berdasarkan pola penalarannya : paragraf deduktif dan induktif
  • Paragraf deduktif dimulai dari pernyataan umum ke khusus. Paragraf ini menampilkan kalimat utama atau kalimat pada awal paragraf , diikuti kalimat lain sebagai pengembangannya.
  • Paragraf induktif struktur paragraf ini di mulai dengan beberapa kalimat penjelas kemudian mencapai klimaks pada kalimat utama . paragraf ini sering di pekuat oleh contoh , perincian , penjelasan , atau ilustrasi .
Berdasarkan tujuannya : paragraf eksposisi, paragraf bahasan atau argumentasi, paragraf dekskripsi , paragraf kisahan atau narasi
  • Paparan (eksposisi) merupakan corak tulisan yang bertujuan menginformasikan , menerangkan , dan menguraikan suatu gagasan . paragraf eksposisi yang baik harus dapat memberikan tambahan pengertian dan pengetahuan pembacanya. Oleh karena itu , paragraf eksposisi harus akurat, jelas dan singakat .
  • Bahasan (argumentasi) merupakan corak tulisan yang bertujuan membuktikan pendapat , penulis meyakinkan atau mempengaruhi pembaca .Cara meyakinkan dilakukan dengan menyajikan data, bukti atau hasil penalaran .
  • Deskripsi merupakan corak tulisan yang bertujuan menggambarkan sejelas jelasnya suatu objek . Pembaca atau pendengar seolah olah mendengar , meraba, merasakan, dan melihat segala digambarkan penulis .
  • Kisahan atau narasi merupakan corak tulisan yang bertujuan menceritakan rangkaian peristiwa atau pengalaman manusia berdasarkan pembangunan dari waktu ke waktu . Paragraf narasi di maksud untuk memberi yahu pembaca atau pendengar tentang apa yang telah di ketahui dan apa yang telah di alami penulis . 
Pengertian Puisi Lama dan Puisi Baru Besarta Perbedaannya

Pengertian Puisi Lama dan Puisi Baru Besarta Perbedaannya

Pengertian Puisi Lama dan Puisi Baru Besarta Perbedaannya - Didalam artikel-artikel sebelumnya sudah kita bahas juga mengenai pengertian puisi baru dan puisi lama, tetapi disini saya akan memberikan penjelasan lebih terperinci mengenai Pengertian Puisi Lama dan Puisi Baru beserta Perbedaannya yang mendasar dari kedua jenis puisi tersebut. Baik langsung saja kita ulas sebagai berikut.
Pengertian Puisi Lama dan Puisi Baru Besarta Perbedaannya

Pengertian Puisi

Sebelum kita membahas apa itu pengertian puisi lama dan puisi baru beserta perbedaan nya, disini saya akan terlebih dahulu menjelaskan apa itu pengertian puisi? Puisi merupakan karya sastra yang bahasanya terikat oleh irama, rima, larik, bait. Dimana Irama ialah alunan yang tercipta oleh kalimat yang berimbang, panjang pendek serta kemerduan bunyi. Kemudian Rima yaitu pengulangan bunyi yang berselang dan larik yaitu jumlah baris pada puisi.
SSNI-574 https://woof.tube/stream/2woVZPQxN9i 
Perlu kita ketahui bahwa puisi terbagi atas 3 jenis periode, yakni :

1. Puisi Lama

2. Puisi Baru

3. Puisi Modern

Mari kita bahas satu persatu diantara ketiga jenis puisi diatas. Apa itu puisi lama? Puisi baru? Dan puisi modern?

Pengertian Puisi Lama, Puisi Baru dan Puisi Modern


Pengertian Puisi Lama

Puisi Lama merupakan puisi yang masih terikat oleh syarat dan ketentuan tradisional dan menggunakan pola aturan tata bahasa tertentu. Dimana puisi lama terdiri dari 6 jenis, yakni pantun, gurindam, syair, mantra, karmina dan bidal. Dalam puisi lama biasanya tidak diketahui siapa pengarang yang jelas karena sifatnya ialah warisan turun temurun.

Pengertian Puisi Baru

Sedangkan Puisi Baru merupakan puisi yang tidak terikat oleh aturan baris, larik, maupun rima. Puisi baru ini sudah mendapat pengaruh dari puisi barat. Dalam puisi baru berkisar antara angkatan balai pustaka sampai dengan angkatan tahun 1960- an. Dan puisi baru biasanya sudah diketahui nama pengarangnya.

Pengertian Puisi Modern

Lalu apasih puisi modern itu? Puisi Modern merupakan puisi yang lebih mendahulukan dan mengutamakan isi daripada ikatan-ikatan lainnya. Dalam puisi modern ini, penyair atau pengarang lebih terbebas dari ikatan-ikatan atau syarat-syarat yang seperti yang ada dalam puisi lama.puisi modern ini diawali pada tahun 1970-an hingga saat ini .

Bagaimana sudah jelas ya apa itu pengertian puisi lama, puisi baru dan puisi modern? Nah didalam puisi lama dan puisi baru terdapat perbedaan-perbedaaan yang mencolok dari kedua jenis puisi tersebut. Seperti apakah perbedaan-perbedaan tersebut,langsung saja kita ulas sebagai berikut :

Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru

1. Dalam puisi lama irama bersifat tetap, yakni dua patah kata dalam sekali ucap. Sedangkan pada puisi baru bersifat lebih dinamis mengikuti pikiran dan perasaan si penyair nya.

2. Bentuk Puisi lama yang masih terikat oleh syarat-syarat tradisional dan aturan-aturan tata bahasa. Sedangkan dalam puisi baru bentuknya lebih bebas dan tidak terikat pada syarat dan aturan apapun.

3. Dalam puisi lama biasanya tidak dikenal nama penulis nya kerana merupakan warisan turun temurun. Sedangkan dalam puisi baru sudah diketahui nama penulis atau penyairnya.

4. Puisi dikenal karena disebarkan secara lisan dari mulut ke mulut. Sedangkan puisi baru disampaikan secara lisan dan juga tulisan.

5. Dalam puisi lama biasanya berisi amanat atau nasihat-nasihat. Sedangkan dalam puisi baru biasanya berisi tentang curhatan hari penulis atau penyair nya.


Demikianlah penjabaran tentang pengertian puisi lama, puisi baru dan puisi modern besarta perbedaannya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang sastra Indonesia yang beraneka ragam bentuk dan jenisnya.
Memaknai Istilah dan Contoh nya

Memaknai Istilah dan Contoh nya

Memaknai Istilah dan Contoh nya


Dalam Postingan ini admin akan membahas tentang Memaknai Istilah dan Contoh nya Materi ini sering keluar di Ujian Nasional terutama untuk kurikulum 2016 .

Makna atau Definisi Istilah
Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan suatu konsep, keadaan atau sifat yang khas dalam bidang tertentu.Istilah ada yang berupa kata , ada pula yang berupa idiom atau ungkapan.
DASD-586 https://woof.tube/stream/N8nnbz2h25o
Karenanya memaknai istilah atau memberi makna pada istilah berkaitan dengan kata , kalimat, dan paragraf.Istilah yang dimaksud harus berkaitan dengan konteksnya .Untukkkata dkaitkanpenggunannya dalam kalimat . Demikian juga untuk kalimat di kaitkan konteksny dengan paragraf. 
Dalam mmembahas istilah , perlu di perhatikan beberapa proses pembentukan istilah berdasarkan kaidah ejaan yang di sempurnakan (EYD).

Secara umum , istilah di golongkan menjadi 2 yaitu  istilah khusus dan istilah umum .
  • Istilah khusus adalah istilah yang pemakaiaan nya terbatas pada bidang tertentu .
    Contoh istilah khusus : promosi , negoisasi (istilah dalam perdagangan atau ekonomi ).
  • Istilah umum adalah yang menjadi unsur bahasa dan di gunakan secara umum .
    Contoh daya penelitian , karya dll.

Contoh penggunaan istilah dalam kalimat 
Bangunan yang kokoh itu di rancang oleh seorang wastudiawan yang piawai .
Makna istilah wastudiawan dan arsitek adalah ahli perancang bangunan (istilah dalam bidang teknik) 

Objek wisata budaya seperti candi dan keraton harus tetap di lestarikan .
Makna istilah wisata budaya adalah wisata untuk mengenali hasil budaya (istlah dalam bidang pariwisata)

Anak itu tetap rajin belajar walaupun jantung hatinya telah tiada.
Jantung hati bukan brarti jantungnya melainkan mempunyai arti khusus yaitu: “kekasih atau yang dicintai “
Apa itu Metafungsi Bahasa ?

Apa itu Metafungsi Bahasa ?

Apa itu Metafungsi Bahasa
Apa itu Metafungsi Bahasa ?

Apa itu Metafungsi Bahasa ?
Seperti yang dikatakan Halliday dan Hasan (1985) serta Halliday (1994) dan Thomson (2004), suatu teks (baik lisan maupun tulis) juga mengandung tiga metafungsi, yaitu makna ideasional (yang terdiri atas eksperiensial dan logika), makna interpersonal dan makna tekstual. Metafungsi eksperiensial mengekspresikan makna atau realitas pengalaman, sedangkan metafungsi logikal merealisasikan makna logis (logico-semantic) atau realitas logis yang menghubungkan antarpengalaman tersebut.

Realitas pengalaman meliputi pengalaman manusia dalam merekonstruksi (membangun) lingkungannya melalui bahasa. Realitas pengalaman itu meliputi pengalaman melakukan aktivitas, pengalaman dalam menata benda atau yang dibendakan, serta pengalaman dalam menata benda terhadap lingkungannya.
DASD-585 https://woof.tube/stream/9FHAbPr6HZt
Pengalaman dalam melalukan aktivitas, termasuk aktivitas material, mental, verbal, relasional, dan eksistensial. Pengalaman menyusun benda atau yang dibendakan, termasuk bagaimana menyusun urutan benda dengan klasifikator, deskriptor, numerik, dan tambahan informasi lainnya. Pengalaman menata benda terhadap lingkungannya, termasuk bagaimana benda itu diletakkan di dalam ruang fisik atau nonfisik, hubungannya dengan benda lain di dalam lingkungan tersebut.
Sementara itu, realitas logika adalah realitas yang menghubungkan antarproses atau aktivitas manusia tersebut. Apakah hubungan aktivitas tersebut bersifat aditif, komparatif, temporal, atau kausatif. 
Metafungsi interpersonal suatu wacana merealisasikan realitas sosial suatu wacana atau makna yang terbangun dari hubungan antarpartisipan yang berada di dalamnya. Makna interpersonal ini terdiri atas makna interaksional (makna yang mengekspresikan interaksi antarpersonal) dan transaksional (makna yang mengekspresikan adanya transaksi informasi dan atau barang/jasa). Akhirnya, makna tekstual merealisasikan kedua metafungsi: ideasional dan interpersonal ke dalam simbol. Di dalam teks, simbol tersebut disebut ekspresi tekstual, yang juga mempunyai makna dan sistem tersendiri yang berbeda dalam setiap unit bahasa dan berbeda dengan sistem semiotika lainnya.

Ketiga metafungsi tersebut bekerja secara simultan untuk merealisasikan tugas yang diemban oleh teks di dalam suatu konteks penggunaan atau konteks situasi.
Ketiga aspek konteks situasi tersebut mempunyai keterkaitan dengan tiga metafungsi bahasa di dalam teks: bahasa yang sedang mewujudkan fungsi sosialnya (Eggins & Martin, 1997; Rose, 2006). Medan berdekatan dengan metafungsi ideasional.

Medan, seperti yang disebutkan di atas, meliputi kejadian dan lingkungannya, sedangkan metafungsi ideasional mengekspresikan makna pengalaman dan logikal. Pelibat berdekatan dengan metafungsi interpersonal karena pelibat menggambarkan hubungan peran dan status sosial partisipan, sedangkan metafungsi interpersonal mengekspresikan makna sosial: interaksional dan transaksional. Aspek sarana berdekatan dengan metafungsi tekstual. Sarana meliputi saluran atau gaya bahasa (channel) dan medium yang digunakan dalam bahasa, sedangkan metafungsi tekstual merupakan sistem dan makna simbolis, ekspresi, atau tekstual suatu teks.

Teks juga merealisasikan nilai, norma kultural, dan proses sosial atau genre di dalam konteks kultural. Teks juga merealisasikan konfigurasi makna di dalam konteks situasi serta metafungsi bahasa. Dengan demikian, teks berubah jika konteks kultural dan konteks situasinya berubah. Dalam konsep ini, teks bahasa yang sedang melakukan suatu proses sosial tertentu tersebut disebut juga register atau variasi bahasa berdasarkan konteks penggunaannya (Halliday & Hasan, 1985; Kouletaki, 1999). Konsep register ini berbeda dengan konsep register yang dikemukakan oleh Martin (1992: 2003), yang lebih merujuk pada konfigurasi kontekstual medan, pelibat,
dan sarana.

Secara ringkas dapat dikatakan, teks adalah bahasa yang sedang digunakan untuk merealisasikan fungsi sosial tertentu di dalam konteks situasi dan konteks kultural tertentu. Jika ditarik hubungan lebih dalam lagi antara konteks, fungsi bahasa, dan unit teks.

Aspek konteks situasi medan berkaitan erat dengan makna ideasional.
Ditingkat semantik wacana, makna ideasional direalisasikan ke dalam ideasi (hubungan antarpartisipan), kohesi, dan struktur teks. Di tingkat tata bahasa, makna ideasional direalisasikan transitivitas, klausa kompleks, kelompok kata. Di tingkat leksis (kata dalam konteks), makna ideasional direalisasikan dalam sistem leksis deskriptif. 

Pelibat berkaitan dengan metafungsi interpersonal. Makna interpersonal pada tingkat semantik wacana direalisasikan dengan sistem appraisal. Pada tingkat tata bahasa makna interpersonal direalisasikan dengan sistem mood pada klausa, sedangkan pada tingkat leksis makna interpersonal direalisasikan dengan sistem leksis atitudinal. Sarana berkaitan dengan makna tekstual. Pada tingkat semantik wacana makna tekstual direalisasikan dengan sistem periodisitas. Pada tingkat tata bahasa, makna tekstual direalisasikan pada struktur tema. Pada tingkat leksis, makna tekstual ini direalisasikan dengan sistem inkongruensi. Akhirnya, semua tingkatan sistem tersebut direalisasikan dalam bentuk bunyi dalam sistem fonologi dan dalam bentuk tulisan dalam sistem grafologi.

Mengenal Register dan Gaya Bahasa

Mengenal Register dan Gaya Bahasa

Mengenal Register dan Gaya Bahasa
Mengenal Register dan Gaya Bahasa

Mengenal Register dan Gaya Bahasa 
Register merupakan konsep semantis yang dihasilkan dari suatu konfigurasi makna atau konfigurasi kontekstual antara medan, pelibat, dan sarana di dalam konteks situasi tertentu. Konfigurasi makna tersebut membatasi penggunaan/pilihan makna dan sekaligus bentuknya untuk mengantar sebuah teks di dalam konfigurasi itu. Dengan demikian, register merupakan tidak hanya konsep bentuk, tetapi juga sebetulnya konsep makna. Jika di dalam suatu konfigurasi makna tertentu register memerlukan bentuk ekspresi tertentu, hal itu disebabkan oleh bentuk ekspresi diperlukan untuk mengungkapkan makna yang dibangun di dalam konfigurasi tersebut. Dalam pengertian ini, register sama dengan pengertian gaya bahasa (style), yaitu suatu varian bahasa yang berdasarkan penggunaannya (lihat Lyons, 1990, 1987). Bahkan, Fowler (1989) mengatakan bahwa register atau gaya bahasa termasuk bahasa yang digunakan dalam karya sastra, seperti puisi, novel, atau drama. Ia berpendapat demikian walaupun para sastrawan mengklaim bahwa karya sastra merupakan dunia kreasi tersendiri.

Bahasa sastra merupakan sistem semiotika tingkat kedua (second order semiotic system). Bahasa hanya sebagai medianya yang hanya merupakan sistem semiotika tingkat pertama (first order semiotic system). 
Menurut Fowler (1989), keseluruhan sistem semiotik tersebut, baik yang tingkat pertama maupun kedua, tetap saja direalisasikan ke dalam bahasa yang merupakan media karya sastra tersebut.

Medan (field) merujuk pada apa yang sedang terjadi, sifat proses sosial yang terjadi: apa yang sedang dilakukan oleh partisipan dengan menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Medan ini juga menyangkut pertanyaan yang terkait dengan lingkungan kejadian, seperti kapan, di mana, bagaimana kejadian itu terjadi, dan mengapa kejadian itu terjadi. Di dalam contoh “mengajar”, medan merujuk pada peristiwa mengajarnya itu sendiri, cara yang digunakan dalam mengajar, yaitu ceramah, topik yang dibahas, tempat dan waktu mengajar, serta tujuan mengajar. Aspek medan ini di dalam teks dapat dilihat melalui struktur teks, sistem kohesi, transitivitas, sistem klausa, sistem kelompok, nomina, verba, atau adjektiva, serta sistem leksis: abstraksi dan teknikalitas, serta ciri dan kategori semantiknya.
REAL-705 https://woof.tube/stream/GZ6y8crxNnU
Pelibat (tenor) merujuk pada siapa yang berperan di dalam kejadian sosial tersebut, sifat partisipan, termasuk status serta peran sosial yang dipegangnya: peran sosial yang bagaimana yang dipegang setiap partisipan, termasuk hubungan status atau peran permanen atau sesaat. Pelibat juga merujuk pada peran bahasa yang digunakan untuk mengekspresikan hubungan peran dan status sosial di dalamnya. Di dalam contoh mengajar itu yang termasuk di dalam pelibat ialah partisipan (guru dan murid serta hubungan peran dan status sosial mereka seperti yang tampak pada bahasa yang mereka gunakan untuk mengekspresikan hubungan peran serta status sosial mereka masing- masing). Aspek pelibat juga mempunyai tiga subbagian, yaitu afek, status, dan kontak. Afek ialah penilaian (assesment, evaluation, dan judgement) antarpartisipan di dalam teks. Penilaian ini secara umum dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu penilaian positif dan negatif. 

Akan tetapi, di dalam analisis teks penilaian positif atau negatif ini dapat dijelaskan melalui komponen semiotik yang digunakan di dalam teks tersebut. Untuk penilaian positif, antara lain dapat dikatakan apakah partisipannya mendukung atau menyetujui pendapat partisipan yang lain; apakah partisipan yang satu sedang menghargai dan menyanjung partisipan yang lain. Untuk penilaian negatif, dapat terlihat apakah partisipan yang satu sedang menyerang, mengkritik, mengejek, mencela, atau tidak menyetujui pendapat partisipan yang
lainnya. Dari penilaian itulah sebetulnya kita dapat melihat ideologi partisipan yang satu terhadap partisipan yang lainnya. Dalam sistem kebahasaannya, afek ini dapat diinterpretasikan dari sistem fonologi/ grafologi, leksisnya: deskriptif atau atitudinal, struktur mood-nya: proposisi atau proposal, transitivitas, struktur temanya, kohesi, dan struktur teks, serta genrenya. Aspek pelibat yang kedua, yaitu status, membahas hubungan status sosial atau hubungan peran partisipannya. Secara umum, hubungan peran dan status sosial ini dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu hierarkis/vertikal, dan nonhierarkis/horizontal.

Di dalam analisis, status sosial dan hubungan peran itu harus dijelaskan status sosial yang seperti apa serta peran sosial apa yang sedang diperankan oleh partisipan di dalam suatu teks, misalnya status dan peran sosial partisipan lebih bersifat otoriter: tertutup seperti atasan-bawahan atau dokter-pasien atau mungkin lebih bersifat demokratis: terbuka seperti hubungan antaranggota parlemen, antardosen, atau antarmahasiswa. Secara semiotis, hubungan status dan peran sosial ini dapat dilihat melalui fonologi, grafologi, leksis: deskriptif atau atitudinal, struktur mood: proposisi atau proposal, transitivitas, struktur tema, kohesi, dan struktur teks beserta genrenya.

Subaspek yang terakhir, yaitu kontak, mengevaluasi penggunaan bahasa yang sedang digunakan di dalam teks tersebut. Apakah bahasa yang sedang digunakan tersebut familier atau tidak. Artinya, semua partisipan yang terlibat di dalamnya memahami dan mengerti bahasa yang sedang digunakan di dalam teks (proses sosial verbal) tersebut. Jika ditinjau lebih lanjut, kontak ini menyangkut tingkat keterbacaan (readability) suatu teks yang sedang digunakan, dalam pengertian apakah teks itu terlalu sulit, sulit, mudah, atau terlalu mudah untuk dimengerti. Untuk mencari tahu kontak (familiaritas dan keterbacaan ini) seluruh aspek kebahasaan, dari aspek yang tertinggi sampai aspek yang terendah (struktur teks: pembukaan, isi, dan penutupnya jelas atau membingungkan, linier atau spiral, kohesi): rujukannya jelas atau membingungkan, sistem klausanya: simpleks, simpleks dengan penyematan (embbeding), kompleks dengan penyematan (embbeding), sistem grupnya (nomina, verba, adjunct): simpleks atau kompleks, sistem leksisnya: kongruen atau inkongruen, menggunakan abstraksi atau teknikalitas, serta fonologi atau grafologinya harus diukur.

Sarana (mode) merujuk pada bagian yang diperankan oleh bahasa, apa yang diharapkan partisipan dengan menggunakan bahasa dalam situasi tertentu itu: organisasi simbolis teks, status yang dimilikinya, fungsinya di dalam konteks tersebut, termasuk saluran (channel), apakah bahasa yang digunakan termasuk bahasa tulis atau lisan atau gabungan. Termasuk di dalam sarana ialah makna retorisnya: apa yang diinginkan teks tersebut termasuk dalam kategori: persuasif, ekspositori, didaktis, atau yang lainnya. 

Aspek sarana ini juga melibatkan medium yang digunakan untuk mengekspresikan bahasa tersebut: apakah mediumnya bersifat lisan dengan komunikasi satu arah (one-way) atau komunikasi dua arah (two-way): audio, audiovisual, visual, misalnya tutorial, pidato, siaran radio, atau televisi, dialog, seminar, atau khotbah; atau tulis/cetak yang bersifat komunikasi satu arah atau dua arah, seperti koran, majalah, tabloid, spanduk, papan iklan, atau surat-menyurat. Dalam contoh lain yang termasuk di dalam aspek sarana ialah varian bahasa lisan: ngoko dan kromo yang digunakan oleh partisipan di dalam medium rembug desa atau sarasehan. Teks yang digunakan merupakan satu kesatuan aktivitas sosial yang bersifat persuasif dengan argumen logis atau hortatoris serta mediumnya ialah musyawarah dengan berbagai aturan tempat dan tata letak (proksemik), cara bermusyawarah, dan lain-lain.

Secara terperinci, gaya bahasa (channel) dapat dibagi menjadi dua, yaitu gaya lisan dan gaya tulis. Gaya lisan atau tulis ini tidak terkait erat dengan apakah bahasa itu diucapkan atau ditulis. Gaya lisan dan gaya tulis ini diklasifikasikan berdasarkan sifat alamiah bahasa yang sedang digunakan (the nature of language). Sebenarnya pembagian gaya bahasa lisan atau tulis ini tidak semata-mata bersifat dikotomis, tetapi perbedaan itu lebih merupakan suatu kontinum. Artinya, bahasa yang kita gunakan sehari-hari berada pada garis kontinum, yaitu lebih bersifat lisan, cenderung lisan, Di dalam realitas sehari-hari variasi gaya bahasa dapat jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan pembagian di atas. Akan ada gaya bahasa yang jatuh pada titik kontinum antara lisan dan cenderung lisan, antara cenderung lisan dan lisantulis, antara lisan-tulis dan cenderung tulis, dan antara cenderung tulis dan tulis yang bergantung pada konteks situasinya. tengah-tengah antara lisan dan tulis, cenderung tulis, atau lebih bersifat tulis.

Definisi dan Perbedaan Bahasa Lisan dan Tulis

Definisi dan Perbedaan Bahasa Lisan dan Tulis


Definisi dan Perbedaan Bahasa Lisan dan Tulis


Dalam Postingan ini admin akan membahas tentang Perbedaan Bahasa Lisan dan Tulis .
Sebelum nya mari kita bahas pengertian bahasa Lisan dan tulisan .

Bahasa lisan adalah suatu bentuk komunikasi yang unik dijumpai pada manusia yang menggunakan kata-kata yang diturunka dari kosakata yang besar (kurang lebih 10.000) bersama-sama dengan berbagai macam nama yang diucapkan melalui atau menggunakan organ mulut.

Sedangkan Bahasa Tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya.
Setelah tau apa itu bahasa lisan dan tulis sekarang kita bahas perbedaan bahasa lisan dan tulis .

Bahasa Lisan
1. Sistem leksisnya lebih kongruen (sistem penyimpulannya langsung), serta lebih luwes karena sedikit abstraksi dan teknikalitas, rasio antara leksis konten dan gramatikalnya lebih dari 0,5. 
2. Penggunaan gramatikalnya lebih merujuk pada situasi komunikasi dua arah, misalnya
penggunaan vokatif (gramatika untuk memanggil seseorang), seperti John, sayang, Pak. Penggunaan kata ganti orang kedua: kamu, Anda dengan variasi pronomina orang keduanya: seperti Anda sekalian.
3. Sistem klausanya lebih bersifat kompleks karena klausa kompleks secara jelas menunjukkan hubungan logis antara kejadian yang satu dan yang lainnya. Klausa kompleks dengan kata sambung (eksternalnya): dan, tetapi, atau, walaupun, karena, sehingga, setelah, sebelum, dan lain- lain membuat logika lebih mudah dimengerti.
4. Sistem grupnya (nomina, verba, dan adjunct) lebih bersifat simpleks karena grup simpleks ini lebih jelas entitasnya (nomina), prosesnya (verba), serta lebih jelas sirkumstan-nya (adjunct).
CAWD-010 https://woof.tube/stream/apMg69cApqq
Bahasa Tulis
1. Sistem leksisnya lebih inkongruen (penyimpulannya secara tidak langsung),serta padat karena banyak abstraksi dan teknikalitas, rasio leksis konten dangramatikalnya lebih banyak kurang dari 0,5.
2. Penggunaan gramatikalnya lebih merujuk pada situasi komunikasi satu arah. Tidakada vokatif, tidak mengadakan kata gantiorang kedua.
3. Sistem klausanya lebih bersifat simpleks karena penggunaan klausa simpleks lebih menutupi hubungan logis antara kejadian yang satu dan kejadian yang lain. Jikasuatu teks banyak menggunakan klausa simpleks, logika sering diekspresikan secara implisit atau menggunakan katasambung internal yang biasanya terletak pada bagian depan klausa simpleks(kalimat simpleks), misalnya sementara itu,oleh karena itu, lebih lanjut, dan pada sisi lain.
4. Sistem grupnya lebih bersifat kompleks, terdapat pre dan post modifier (embedding) di dalam kelompok nominanya dengan verba ganda serta modifiernya pada kelompok verba, sertaadanya embedding frasa benda di dalam kelompok adjunct.

Karena tingkat abstraksi dan keluwesan gaya bahasa lisan atau tulis ini, sering gaya bahasa lisan atau tulis ini dikaitkan dengan ragam bahasa lainnya. Misalnya, anak sering menggunakan bahasa ragam lisan karena tingkat pemikiran anak yang lebih konkret serta logika anak yang sederhana untuk mengekspresikan hubungan kejadian yang satu dengan kejadian yang lainnya. Di pihak lain, orang tua sering menggunakan ragam bahasa yang lebih cenderung tulis karena orang tua lebih banyak berpikir secara abstrak dengan logika yang lebih rumit. Bahasa akademik lebih bersifat tulis karena sistemnya secara keseluruhan lebih abstrak dan logika implisit dan leksis yang lebih padat. 

Bahasa awam lebih cenderung bergaya lisan karena orang awam lebih berpikir konkret dan lebih luwes dengan logika yang lebih eksplisit. Berdasarkan asumsi di atas, setiap ragam bahasa, seperti ragam jurnalistik, hukum, sastra, atau seni dapat dikategorikan menurut gaya bahasa lisan atau tulis dengan berbagai kecenderungannya. Untuk memberikan contoh yang lebih jelas, lihat teks berikut ini. Teks yang diambil dari teks iklan ini akan dilihat aspek konteks situasinya: medan, pelibat, dan sarananya. Selain itu, subaspek perlibat: afek, status, dan kontak, serta subaspek saran:gaya bahasa dan medianya juga akan dibahas .
Pengertian, Ciri-ciri Berserta Jenis Puisi Kontemporer

Pengertian, Ciri-ciri Berserta Jenis Puisi Kontemporer

Pengertian, Ciri-ciri Berserta Jenis Puisi Kontemporer - Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tuntas pengertian, ciri-ciri serta jenis puisi lama dan puisi baru. Untuk selanjutnya tema yang akan kita bahas ialah Pengertian,Ciri-ciri Berserta Jenis Puisi Kontemporer. Ada yang penasaran apa itu puisi kontemporer? Oke langsung saja kita ulas secara terperinci sebagai berikut.

Pengertian, Ciri-ciri Berserta Jenis Puisi Kontemporer


Pengertian Puisi Kontemporer

Secara umum puisi kontemporer yaitu bentuk puisi yang berusaha lari dari ikatan konvensional puisi. Ada yang menyebut puisi kontemporer sebagai puisi selindro. Perlu diketahui bahwa puisi kontemporer tidak hanya terikat pada tema, namun terikat juga pada struktur fisik puisi.

Puisi kontemporer juga lebih mengarah pada puisi yang mementingkan bentuk grafis atau fisik(bunyi) untuk mengungkapkan perasaan si penyair nya. Nah disini tugas penyair ialah merangkai sebuah kata untuk menimbulkan bunyi yang dapat di dengar indah.
DVDMS-330  https://woof.tube/stream/2gzZoQcKkRY
Puisi kontemporer terkadang menggunakan kata yang kurang memperhatikan santun sebuah bahasa. Menggunakan kata kasar, ejekan, dan lain-lain. Tokoh-tokoh kontemporer ialah Sutardji Calzoum Bachri dengan tiga kumpulan puisinya O, Amuk, dan O Amuk Kapak; Ibrahim Sattah dengan kumpulan puisinya Hai ti; Hamid Jabbar dengan kumpulan puisinya Wajah Kita.

Berdasarkan keberadaan puisi kontemporer ini, dapat diartikan bahwa puisi kontemporer merupakan puisi yang muncul pada masa kini (modern) yang bentuk dan gayanya tidak mengikuti kaidah-kaidah puisi pada umumnya, dan memiliki ciri yang berbeda dengan puisi lainnya.

Puisi kontemporer sangat berbeda dengan puisi lama dan puisi baru seperti yang sudah kita jelaskan di artikel sebelumnya. Berikut adalah ciri-ciri dari puisi kontemporer :

Ciri-Ciri Puisi Kontemporer


1. Sering mencampur adukkan kata atau kalimat bahasa Indonesia dengan kata atau kaliimat bahasa asing maupun daerah bahkan bahasa dialek.

2.Terdapat banyak pengulangan kata, frasa, atau kelompok kata hingga menjadikan puisi tidak wajar.

3. Memerhatikan keserasian bunyi.

4.Banyak menggunakan idiom-idiom yang inkonvensional atau tidak lazim.

5.Sering terjadi kemacetan bunyi, dan hampir tidak dapat dibaca.

6.bentuk tulisan atau tipografinya yang unik.

7. Penulisan sebuah kata, baris bait sangat menyimpang dari penulisan puisi pada umumnya.

Setelah kita pahami seperti apa ciri-ciri dari puisi kontemporer,sekarang akan kita ulas pula jenis-jenis dari puisi kontemporer, dimana puisi kontemporer dibedakan menjadi tujuh jenis, diantara nya ialah :

Jenis-Jenis Puisi Kontemporer


1.Puisi Mbeling

Pada umumnya puisi mbeling mengandung unsur-unsur humor, bercorak kelakar. Dalam puisi mbeling sering terdapat unsur kritik, terutama kritik sosial.

2.Puisi Idiom Baru

Dalam puisi idiom baru tetap menggunakan kata sebagai alat ekspresinya, namun kata tersebut diungkapkan dengan cara baru, dengan diberi nyawa baru.

3.Puisi Suprakata

Puisi Suprakata ialah salah satu jenis puisi kontemporer yang menggunakan kata-kata konvensional yang di bolak-balikkan atau penciptaan kata-kata baru yang belum pernah ada dalam kosakata bahasa Indonesia. Puisi Suprakata lebih mementingkan aspek ritme dan bunyi.

4.Puisi Tipografi

Puisi tipografi merupakan salah satu jenis puisi kontemporer yang memandang bentuk atau wujud fisik puisi mampu meperkuat puisi.

5.Puisi Multilingual

Puisi Multilingual merupakan salah satu jenis puisi kontemporer yang menggunakan kata atau kalimat dari berbagai bahasa, baik itu bahasa asing maupun bahasa daerah.

6.Puisi Mini Kata

Puisi Mini Kata merupakan salah satu jenis puisi kontemporer yang menggunakan kata dalam jumlah yang sedikit, dilengkapi dengan symbol lain yakni berupa huruf, garism tiitk,ataupun symbol lainnya.

7.Puisi Tanpa Kata

Puisi Tanpa Kata merupakan salah satu jenis puisi kontemporer yang sama sekali tidak menggunakan kata sebagai alat ekspresinya, melainkan menggunakan titik-titik, garis, huruf atau simbol lainnya.

Demikianlah Pengertian, Ciri-ciri Berserta Jenis Puisi Kontemporer yang sudah kita ulas dalam artikel diatas, semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu anda dalam memahami secara lebih mendalam tentang puisi kontemporer, serta dapat mengaplikasikannya dalam bentuk karya tulis yang indah.
Istilah Yang Sering Di Gunakan Dalam Pelajaran Bahasa Indonesia

Istilah Yang Sering Di Gunakan Dalam Pelajaran Bahasa Indonesia

ISTILAH YANG SERING DI GUNAKAN DALAM PELAJARAN BAHASA INDONESIA


Dalam Pertemuan kali ini admin akan share Istilah Yang Sering Di Gunakan Dalam Pelajaran Bahasa Indonesia.
Istilah ini sering menjadi pertanyaan ketika ulangan atau ujian , dan semoga Artikel ini bisa bermanfaat bagi teman-teman .

Anekdot adalah  jenis teks yang berisi peristiwa lucu, konyol, atau menjengkelkan sebagai akibat dari krisis yang ditanggapi dengan reaksi. anekdot mempunyai struktur teks: abstraksi^orientasi^krisis^reaksi^koda. tanda “^” berarti “diikuti oleh”.

Argumentasi adalah alasan yang digunakan untuk mempertahankan pendapat.

Bilingual adalah berhubungan dengan kemampuan untuk menggunakan dua bahasa.
CAWD-016  https://woof.tube/stream/A4yuptk4Jza
Biografi adalah berisi catatan perjalanan kehidupan seseorang. Biografi merupakan kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang. Sebuah biografi lebih kompleks daripada sekadar daftar tanggal lahir atau data pekerjaan seseorang. Biografi juga bercerita tentang perasaan seseorang tersebut dalam mengalami berbagai kejadian. Dalam biografi dijelaskan secara lengkap kehidupan seorang tokoh sejak kecil hingga tua, bahkan meninggal dunia. Semua jasa, karya, dan hal yang dihasilkan atau dilakukan oleh seorang tokoh dapat dijelaskan dalam biografi.

Cerita ulang adalah  pencatatan peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Fungsi sosial teks cerita ulang ini untuk membangkitkan atau menghidupkan pengalaman nyata di masa lampau agar tercipta hiburan bagi pembaca atau pendengar. Melalui teks ini, pencipta teks dapat berbagi pengalaman dengan pembaca atau pendengar. Teks cerita ulang disusun dengan tata organisasi orientasi^urutan peristiwa^reorientasi. Pada struktur teks tersebut, reorientasi merupakan tahap struktur yang bersifat pilihan.

Definisi adalah batasan, pengertian. 
Contoh: Mamalia adalah hewan yang menyusui.

Demokrasi adalah nama bentuk atau sistem pemerintahan; gagasan atau pandangan yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara. Demokrasi dipraktikkan di berbagai bidang, misalnya ekonomi, politik, bahasa, dan budaya. demonstrasi: unjuk rasa: melakukan protes dengan menghimpun masa.

Deskripsi adalah jenis teks yang menggambarkan keadaan (sifat, bentuk, ukuran, warna, dan sebagainya) sesuatu (manusia atau benda) secara individual dan unik. Teks ini mengutamakan hubungan antara keseluruhan dan bagian-bagiannya. Struktur teksnya adalah pernyataan tentang hal yang dideskripsikan^bagian yang dideskripsikan.

Diskusi adalah jenis teks yang berisi tinjauan terhadap sebuah isu dari dua sudut pandang yang berbeda, yaitu sisi yang mendukung dan menentang isu tersebut. Teks diskusi sering disebut teks argumentasi dua sisi. Struktur teksnya adalah isu^argumentasi yang mendukung^ argumentasi yang menentang^kesimpulan/rekomendasi.

Drama adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor. Drama merupakan komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan. Drama juga dapat berupa cerita atau kisah, terutama yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater. Drama dapat diwujudkan melalui berbagai media, seperti di atas panggung maupun televisi. Drama juga terkadang dikombinasikan dengan musik dan tarian seperti dalam sebuah opera.

Editorial adalah  jenis teks pada koran atau majalah yang merupakan ungkapan wawasan atau gagasan terhadap sesuatu yang mewakili koran atau majalah tersebut. Editorial juga disebut tajuk rencana.

Eksemplum adalah  jenis teks rekaan yang berisi insiden yang menurut partisipannya tidak perluterjadi. Secara pribadi, partisipan menginginkan insiden itu dapat diatasi, tetapi ia tidakdapat berbuat apa-apa. Struktur teksnya adalah abstrak^orientasi^insiden^interpretasi^koda.

Eksplanasi adalah  jenis teks yang menjelaskan hubungan logis dari beberapa peristiwa. Pada teks eksplanasi, sebuah peristiwa timbul karena ada peristiwa lain sebelumnya dan peristiwa tersebut mengakibatkan peristiwa yang lain lagi sesudahnya. Struktur teksnya adalah pernyataan umum^urutan alasan logis.

Eksposisi adalah  jenis teks yang berfungsi untuk mengungkapkan gagasan atau mengusulkansesuatu berdasarkan argumentasi yang kuat. Teks ini berbeda dengan teks diskusi yangberisi dua sisi argumentasi; teks eksposisi hanya berisi satu sisi argumentasi: sisi yang mendukung atau sisi yang menolak. Struktur teksnya adalah pernyataan pendapat (tesis)^argumentasi^penegasan ulang pendapat. => diskusi. 

Elastis adalah  lentur. fungsi (nomina), fungsional (adjektiva): istilah umum yang digunakan untuk menyatakankegunaan. Dalam Linguistik Sistemik Fungsional (LSF), fungsi mengacu pada tiga hal:fungsi ideasional, fungsi interpersonal, dan fungsi tekstual. => makna metafungsional.

Film adalah  lakon (cerita) gambar hidup. Film sering disebut sinema. Film ini dihasilkan dengan rekaman dari orang atau benda (termasuk fantasi dan figur palsu) dengan kamera dan/atau oleh animasi. Film mempunyai banyak genre, seperti film horor, komedi, animasi, dan sebagainya.

Fungsi ideasional adalah fungsi untuk mengungkapkan realitas fisik dan biologis serta
berkenaandengan interpretasi dan representasi pengalaman.

Fungsi interpersonal adalah fungsi untuk mengungkapkan realitas sosial serta berkenaan denganinteraksi antara penutur/penulis dan pendengar/pembaca.

Fungsi tekstual adalah fungsi untuk mengungkapkan realitas semiotis/simbol dan
berkenaan dengancara penciptaan teks dalam konteks.

Genre adalah secara sempit, jenis teks atau wacana; secara luas, konteks budaya yang melatarbelakangi lahirnya teks. => teks.
Pada konteks budaya yang lebih luas, genre adalah proses sosial yang berorientasi padatujuan yang dicapai secara bertahap. Dikatakan sosial karena manusia berkomunikasidengan menggunakan genre atau teks; dikatakan berorientasi pada tujuan karena orang menggunakan genre atau teks untuk mencapai tujuan komunikasi; dan dikatakan bertahap karena untuk mencapai tujuan tersebut, biasanya dibutuhkan beberapa tahap melalui pembabakan dalam struktur teks. => struktur teks.

Habitat adalah tempat tinggal khas bagi orang atau masyarakat. Di bidang biologi, istilah ini berartilingkungan kehidupan bagi organisme, seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan.

Hierarki adalah (nomina), hierarkis (adjektiva): urutan tingkatan atau jenjang. Di bidang biologi, terdapat urutan tingkatan dari yang tinggi menuju yang rendah: keluarga, order, genus,dan spesies.

Humor adalah  lucu; jenaka; keadaan dalam cerita yang menggambarkan kelucuan atau kejenakaan. 

Invertebrata adalah  tidak bertulang belakang. => vertebrata.

Kalimat adalah gugusan kata dalam satuan ortografis yang diawali oleh huruf besar dan diakhiri oleh tanda titik (.). Dalam LSF, kalimat tidak dibedakan dengan klausa dalam hal bahwa kalimat dan klausa mempunyai kedudukan yang sama dalam tata bahasa, yaitu keduanya mengandung setidak-tidaknya subjek dan predikator. => klausa. 
Menurut kompleksitasnya, kalimat dibedakan menjadi kalimat simpleks dan kalimat kompleks.

Kalimat simpleks adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu verba utama yang menggambarkan aksi, peristiwa, atau keadaan. Kalimat simpleks (yang sesungguhnya sama dengan kalimat tunggal) hanya mengandung satu struktur: subjek^predikator^(pelengkap)^(keterangan). 
Unsur yang diletakkan di dalam kurung belum tentu ada dalam kalimat. Pada contoh berikut ini yang dimaksud verba utama adalah menulis. Verba tinggal pada unsur subjek dianggap bukan verba utama. Kalimat tersebut mempunyai satu struktur, yaitu subjek^predikator^keterangan cara.

Kalimat kompleks adalah  kalimat yang terdiri atas lebih dari satu aksi, peristiwa, atau keadaan sehingga mempunyai lebih dari satu verba utama dalam lebih dari satu struktur. Struktur yang satu dan struktur yang lain biasanya dihubungkan oleh konjungsi, tetapi sering pula hubungan itu hanya ditunjukkan oleh tanda koma atau titik koma, bahkan tidak ditunjukkan oleh tanda baca apa pun. Kalimat kompleks dibagi menjadi dua jenis, yaitu kalimat kompleks parataktik dan kalimat kompleks hipotaktik.

Kalimat kompleks parataktik adalah  kalimat kompleks yang terdiri atas dua struktur atau lebih yang dinyatakan dengan hubungan konjungtif sejajar dengan makna, antara lain dan, tetapi, dan atau. Contoh berikut ini mengandung dua verba utama, yaitu masing-masing disebut, dalam dua struktur yang dirangkaikan oleh konjungsi dan. Contoh tersebut mempunyai dua struktur (yang kebetulan sama), yaitu masing-masing subjek^predikator^pelengkap. Struktur 1 dan struktur 2 berhubungan secara sejajar dengan konjungsi dan.

Kalimat kompleks hipotaktik adalah kalimat kompleks yang dapat dinyatakan dengan hubungan konjungtif tidak sejajar dengan makna, antara lain apabila, jika, karena, dan ketika. Pada contoh berikut ini, struktur 1 dan struktur 2 dirangkaikan dengan konjungsi apabila. Kedua struktur itu berhubungan secara tidak sejajar. Struktur 2 menjadi syarat berlangsungnya kejadian pada struktur 1.
Adapun menurut fungsinya, kalimat dapat diklasifikasikan menjadi
kalimat imperatif, kalimat deklaratif, dan kalimat interogatif.

Kalimat imperatif adalah  kalimat yang berfungsi untuk memerintah. Contoh: Ambilkan aku minum! kalimat deklaratif: kalimat yang berfungsi untuk menyampaikan informasi atau berita. Contoh: Akhir-akhir ini, harga buku mahal.

Kalimat interogatif adalah kalimat yang berfungsi untuk bertanya. Terdapat dua macam kalimat interogatif, yaitu kalimat interogatif yang dijawab ya atau tidak dan kalimat interogatif yang jawabnya berupa informasi. 
Secara berturut-turut kedua jenis kalimat interogatif itu dapat dicontohkan sebagai berikut: Dapatkah Anda berenang? dan Pukul berapakah Anda pulang?

Kata adalah  satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri, yang dapat berupa morfem tunggal atau morfem gabungan. => morfem. Kata dapat digolongkan menjadi jenis kata. (Jenis kata di bawah ini tidak disusun menurut abjad).

Kata benda (nomina) adalah  kata yang mengacu pada orang, benda, atau hal-hal yang bersifat abstrak semacam perasaan atau kualitas, misalnya kursi, bangunan, persetujuan, keputusan, dan konsep.

Kata kerja (verba) adalah  kata yang mengacu pada aksi, peristiwa, atau keadaan, misalnya menulis, pergi, mengira, dan memasak.

Kata keterangan (adverbia) adalah  kata yang dapat memberikan keterangan tentang kapan, bagaimana, di mana, atau dalam keadaan bagaimana sesuatu berlangsung, misalnya kemarin, di Jakarta, dan dengan cepat.

Kata ganti (pronomina) adalah  kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung, misalnya ia, -nya, mereka, kita, dan kami.

Kata sifat (adjektiva) adalah  kata yang digunakan untuk menerangkan kualitas sesuatu, seperti ciri- ciri, wujud, warna, atau ukuran, misalnya bagus, cantik, mahal, muda, penting.

Kata sandang (artikula) adalah  kata penentu (determiner) yang digunakan untuk mengawali kata benda atau kelompok kata benda, misalnya sebuah, suatu, beberapa, dan sebagian.

Kata sambung (konjungsi) adalah  kata yang digunakan untuk merangkaikan dua kalimat tunggal atau lebih, misalnya dan, tetapi, setelah, sebelum, apabila, dan karena.

Kata depan (preposisi) adalah kata gramatikal yang selalu diikuti oleh benda atau kelompok kata benda, misalnya di, ke, dalam, dengan, pada, untuk, dan dari.

Kata bilangan (numeralia) adalah  kata yang digunakan untuk menunjuk jumlah atau angka, misalnya satu, dua, tiga, empat, dan lima.

Kata seru (eksklamasi) adalah  kata penanda wacana yang digunakan untuk mengungkapkan ketakjuban, kemarahan, keterkejutan, dan sebagainya, misalnya ah, em, oh, wah.

Kelompok kata adalah  kata kompleks. Kelompok kata meliputi kelompok nomina, kelompok verba, kelompok adjektiva, kelompok adverbia, dan kelompok preposisi. Kelompok kata berbeda dengan frasa dalam hal bahwa kelompok merupakan perluasan dari kata, sedangkan frasa merupakan bentuk singkat dari kalimat. Kelompok kata dianggap sebagai kata kompleks (apabila dianalogikan dengan kalimat kompleks), sedangkan frasa merupakan konstruksi kata-kata yang berjajar. Kelompok mengandung muatan logis sebagaimana tercermin pada pola urutannya, sedangkan frasa lebih menunjukkan bentuk fisik, yang rangkaian setiap kata di dalamnya belum diberi peran tertentu, khususnya peran sintaktis dan semantis. Pada tradisi LSF, istilah frasa hanya digunakan pada penyebutan frasa preposisional. => kelompok preposisi.

Kelompok nomina adalah kelompok kata dengan nomina sebagai inti dan kata-kata lain sebagai penjelas. Kata-kata lain yang berfungsi sebagai penjelas itu dapat berupa nomina, verba, adjektiva, atau kata-kata yang lain. Pada contoh berikut ini, meja adalah nomina yang berfungsi sebagai inti dan kata-kata lain berfungsi sebagai penjelas. Perlu dicatat bahwa kata penjelas diperinci sesuai dengan peran dan fungsinya masingmasing.

Kelompok verba adalah kelompok kata dengan verba sebagai inti dan kata-kata lain sebagai penjelas. Pada contoh berikut ini belajar adalah kata inti dan akan adalah kata penjelas. akan belajar verba 2 verba 1 penjelas inti.

Kelompok adjektiva adalah  kelompok kata dengan adjektiva sebagai intinya. Kelompok adjektiva dibentuk dengan menggabungkan adjektiva dan adverbia. sangat rajin adverbia adjektiva penjelas inti

Kelompok adverbia adalah  dalam bahasa Inggris, kelompok kata dengan inti adverbia dan penjelas yang berupa adverbia lainnya. Pada contoh kelompok adverbia dalam bahasa Inggris berikut ini, easily (dengan mudah) merupakan inti dan very merupakan penjelas.

Klausa adalah gugusan kata yang terdiri atas setidak-tidaknya subjek dan predikator. Dilihat dari strukturnya, klausa dan kalimat itu sama.

Konjungsi adalah kata sambung. => kalimat kompleks

Konteks (nomina), kontekstual (adjekstiva) adalah  lingkungan tempat bahasa digunakan untukberinteraksi dengan sesama, baik secara lisan maupun tulis. 
Apabila bahasa yang terikatoleh norma budaya yang digunakan untuk berinterasi itu adalah teks, lingkunganbeserta situasi yang melingkupinya adalah konteks. Jadi, bahasa selalu terungkap sebagaiteks dalam konteks. Dengan konteks, bahasa yang digunakan dalam interaksi itu dapat saling dimengerti.

Kritik adalah tanggapan atau kecaman yang disertai pertimbangan baik atau buruk terhadap suatu karya atau pendapat.

Laporan adalah jenis teks yang berisi penjabaran umum mengenai sesuatu yang didasarkan pada hasil observasi. Teks laporan juga sering disebut teks klasifikasi. Teks ini mengutamakan hubungan antara kelas dan sub-subkelas atau anggota-anggota kelas yang ada. Struktur teksnya adalah pernyataan umum/klasifikasi^anggota/aspek yang dilaporkan.

Makna atau Arti adalah maksud pembicara atau penulis; pengertian yang diberikan kepada
suatu bentuk kebahasaan.

Makna metafungsional adalah  makna yang secara simultan terbangun dari tiga fungsi bahasa, yaitu fungsi ideasional, fungsi interpersonal, dan fungsi tekstual. => fungsi.

Makna khusus adalah makna istilah yang digunakan di bidang ilmu tertentu. makna umum:
makna istilah yang digunakan dengan cara yang sama pada semua bidang.

Mungkin sekian dulu postingan dari admin , semoga bermanfaat..