Idulfitri atau juga ditulis dengan Idul Fitri (Bahasa Arab: عيد الفطر ‘Īdul-Fiṭr) adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Karena penentuan 1 Syawal yang berdasarkan peredaran bulan tersebut, maka Idul Fitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi. Cara menentukan 1 Syawal juga bervariasi, sehingga boleh jadi ada sebagian umat Islam yang merayakannya pada tanggal Masehi yang berbeda.
KHUTBAH PERTAMA
اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكبَرْ (3×) اللهُ
اَكْبَرْ كُلَّمَا هَلَّ هِلاَلٌ وَاَبْدَرَ اللهُ اَكْبَرْ كُلَّماَ صَامَ
صَائِمٌ وَاَفْطَرْ اللهُ اَكْبَرْكُلَّماَ تَرَاكَمَ سَحَابٌ وَاَمْطَرْ
وَكُلَّماَ نَبَتَ نَبَاتٌ وَاَزْهَرْوَكُلَّمَا اَطْعَمَ قَانِعُ اْلمُعْتَرْ.
اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ
اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ. اَلْحَمْدُ
للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ
وَعْيدَ اْلاَضْحَى بَعْدَ يَوْمِ عَرَفَةَ. اللهُ اَكْبَرْ (3×) اَشْهَدُ اَنْ
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ
اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
الشَّافِعُ فِى اْلمَحْشَرْ نَبِيَّ قَدْ غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ
ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى
اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ اَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ. اللهُ
اَكْبَرْ. اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ
وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Jama’ah sholat Idul Fitri rahimakumullahSejak tadi malam telah berkumandang alunan suara takbir, tasbih,tahmid dan tahlil sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT ataskemenangan besar yang kita peroleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhanselama satu bulan penuh. Sebagaimana firman Allah SWT:وَلِتُكْمِلُوااْلعِدَّةَ
وَلِتُكَبِّرُاللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ ولَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkanAllah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”Rasulullah SAW bersabda:زَيِّنُوْا اَعْيَادَكُمْ بِالتَّكْبِيْر
“Hiasilah hari rayamu dengan takbir.”Takbir kita tanamkan ke dalam lubuk hati sebagai pengakuan atas kebesaran dankeagungan Allah SWT sedangkan selain Allah semuanya kecil semata. Kalimattasbih dan tahmid, kita tujukan untuk mensucikan Tuhan dan segenap yangberhubungan dengan-Nya.Tidak lupa puji syukur juga kita tujukan untuk Rahman dan Rahim-Nya yang tidakpernah pilih kasih kepada seluruh hambanya. Sementara tahlil kita lantunkanuntuk memperkokoh keimanan kita bahwa Dia lah Dzat yang maha Esa dan mahakuasa. Seluruh alam semesta ini tunduk dan patuh kepada perintah-Nya.اللهُ اَكْبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ
Jamaah Idul Fitri rahimakumullahSetelah satubulan penuh kita menunaikan ibadah puasa dan atas karunia-Nya pada hari inikita dapat berhari raya bersama, maka sudah sepantasnya pada hari yang bahagiaini kita bergembira, merayakan sebuah momentum kemenangan dan kebahagiaanberkat limpahan rahmat dan maghfiroh-Nya sebagaimana yang tersurat dalam sebuahhadis Qudsi:اِذَا صَامُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوْا اِلىَ عِيْدِكُمْ يَقُوْلُ
اللهُ تَعَالىَ: يَا مَلاَئِكَتِى كُلُّ عَامِلٍ يَطْلُبُ
اُجْرَهُ اَنِّى قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ فَيُنَادِى مُنَادٌ: يَا اُمَّةَ مُحَمَّدٍ اِرْجِعُوْااِلَى
مَنَازِلِكُمْ قَدْ بَدَلْتُ سَيِّئَاتِكُمْ حَسَنَاتٍ فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى:
يَا عِبَادِى صُمْتُمْ لِى وَاَفْطَرْتُمْ لِى فَقُوْمُوْا مَغْفُوْرًا لَكُمْ
Artinya: “Apabilamereka berpuasa di bulan Ramadhan kemudian keluar untuk merayakan hari rayakamu sekalian maka Allah pun berkata: ‘Wahai Malaikatku, setiap orang yangmengerjakan amal kebajian dan meminta balasannya sesungguhnya Aku telahmengampuni mereka’. Sesorang kemudian berseru: ‘Wahaiummat Muhammad, pulanglah ke tempat tinggal kalian. Seluruh keburukan kaliantelah diganti dengan kebaikan’. Kemudian Allah pun berkata: ‘Wahai hambaku,kalian telah berpuasa untukku dan berbuka untukku. Maka bangunlah sebagai orangyang telah mendapatkan ampunan.”اللهُ اَكْبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ
Jama`ah Idul Fithri yang berbahagiaSeiring dengan berlalunya Bulan suci Ramadhan. Banyak pelajaran hukum danhikmah, faidah dan fadhilah yang dapat kita petik untuk menjadi bekal dalammengarungi kehidupan yang akan datang. Jika bisa diibaratkan, Ramadhan adalahsebuah madrasah. Sebab 12 jam x 30 hari mulai terbitnya fajar hinggaterbenamnya matahari, semula sesuatu yang halal menjadi haram. Makan dan minumyang semula halal bagi manusia di sepanjang hari, maka di bulan Ramadhanmenjadi haram.Tapi setelahsemua cobaan yg kita lewati pernahka kita memperhatikan aspek social Ramadhan,semua orang pernah merasa kenyang tapi tidak semuanya pernah merasakan lapar.Baca Juga artikel Khutbah Lainnya:Teks Khutbah Jumat Terbaru di Tahun 2018 Cinta dunia dan takut matiMateri Khutbah Jumat Terbaru 3 Perumpamaan Sifat Manusia dalam Al-Qur’anTeks Khutbah Jum’at Singkat Langkah Rasulullah SAW dalam Membangun PeradabanLihatlah diri kita, bukankah seringkali kita merasa paling besar, gumedhe, jumawa seolah-olahsemua manusia kecil dan harus takluk dihadapan kita. Kita berlagak seolah kitaadalah Tuhan yang kuasa atas segala keadaan. Tidakkah kita sadar, bahwa kitasesungguhnya tidak lain adalah makhluk yang sangat-sangat lemah, maka kepadasiapa lagi kita berharap selain kepada Allah swt yang telah menciptakan kitadan dengan kasih saying Allahlah kita diberi kesempatan menikmati hidup didunia milik Allah ini.Maka apa sesungguhnya yang menahan kaki kita tidak mau melangkah ke masjid ?Apakah yang menahan kepala kita sehingga tidak mau menunduk ke tanah bersujud di hadapan Allah ?Apakah yang menahan lidah kita sehingga kaku dan kelu mengucapkan dzikir dan takbir ??Apakah yang menahan hati kita sehingga sulit merindukan Allah ?Apakah yang menahan pikirankita sehingga tidak mendambakan surga ?Apakah yang mendorong jiwa kita sehingga cenderung ke neraka ?Apakah yang menahan diri kita sehingga mengabaikan hak-hak Allah dan cenderungmemperturutkan hawa nafsu padahal hawa nafsu itu mendorong kepada kejelekanKhutbah Idul Fitri Terbaru setelah ramadhanApakahkesombongan kita sudah demikian memuncak, sehingga sedemikan lantang kitadurhaka kepada Allah. Na’udzu billah min dzalik…Ma’syiralmuslimin rahimakumullah…Berbahagialahkita karena hingga saat ini kita dimudahkan oleh Allah untuk bersujud, rukuk,dihadapan Allah. Janganlah karena perilaku kita yang menetang Allah menjadikanAllah semakin murka kepada kita. Janganlah karena kesombongan dan kebodohankita menjadi sebab terhalangnya kita dari jalan surga dan menghalangi kitamendekati Allah swt. Maka bersyukur kepada Allah atas segala karunia ini.Karunia iman dan islam. Apalah artinya kesenangan sesaat di dunia tapi membawapenyesalan berkepanjangan di akherat kelak.Apakahselepas ramadhan semakin dekat dengan Islam ataukah justru semakin jauh ??hanya diri kita sendiri yang nanti akan membuktikan.Oleh karenaitu, ada tiga pesan dan kesan Ramadhan yang sudah semestinya kita pegang teguhbersama susudah Ramadhan yang mulia ini.Pesan pertama Ramadhan adalah Pesan moral atau Tahdzibun NafsiArtinya, kita harus selalu mawas diri pada musuh terbesar umat manusia, yakni hawa nafsusebagai musuh yang tidak pernah berdamai. Rasulullah SAW bersabda: Jihad yangpaling besar adalah jihad melawan diri sendiri. Di dalam kitab Madzahib fîtTarbiyah diterangkan bahwa di dalam diri setiap manusia terdapat nafsu/nalurisejak ia dilahirkan. Yakni naluri marah, naluri pengetahuan dan naluri syahwat.Dari ketiga naluri ini, yang paling sulit untuk dikendalikan dan dibersihkanadsalah naluri Syahwat.Hujjatul Islam, Abû Hâmid al-Ghazâlî berkata: bahwa pada diri manusia terdapatempat sifat, tiga sifat berpotensi untuk mencelakakan manusia, satu sifatberpotensi mengantarkan manusia menuju pintu kebahagiaan. Pertama, sifatkebinatangan (بَهِيْمَةْ); tanda-tandanya menghalalkan segala carauntuk mencapai tujuan tanpa rasa malu. Kedua, sifat buas (سَبُعِيَّةْ) ; tanda-tandanya banyaknya kezhaliman dan sedikit keadilan.Yang kuat selalu menang sedangkan yang lemah selalu kalah meskipun benar.ketiga sifat syaithaniyah; tanda-tandanya mempertahankan hawa nafsu yangmenjatuhkan martabat manusia.Jika ketiga tiga sifat ini lebih dominan atau lebih mewarnai sebuah masyarakatatau bangsa niscaya akan terjadi sebuah perubahan tatanan social (keadaanmasyarakat) yang sangat mengkhawatirkan. Dimana keadilan akan tergusur olehkezhaliman, hukum bisa dibeli dengan rupiah, undang-undang bisa dipesan denganDollar, sulit membedakan mana yang hibah mana yang suap, penguasa lupa akantanggungjawabnya, rakyat tidak sadar akan kewajibannya, seluruh tempat akandipenuhi oleh keburukan dan kebaikan menjadi sesuatu yang terasing, ketaatanakhirnya dikalahkan oleh kemaksiatan dan seterusnya dan seterusnya.Sedangkan satu-satunya sifat yang membahagiakan adalah sifat rububiyah (رُبُوْبِيَّةْ); ditandai dengan keimanan, ketakwaan dan kesabaran yang telah kita bina bersama-sama sepanjang bulan Ramadhan. Orang yang dapat mengoptimalkan dengan baik sifat rububiyah di dalam jiwanya niscayajalan hidupnya disinari oleh cahaya Al-Qur’an, prilakunya dihiasi budi pekerti yang luhur (akhlaqul karimah). Selanjutnya, ia akan menjadi insan muttaqin, insan pasca Ramadhan, yang menjadi harapan setiap orang. Insan yang dalam hari raya ini menampakkan tiga hal sebagai pakaiannya: menahan diri dari hawa nafsu, memberi ma`af dan berbuat baik pada sesama manusia sebagaimana firman Allah:وَاْلكَاظِمِيْنَ
اْلغَيْظَ وَاْلعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِ وَاللهُ يُحِبُّ اْلمُحْسِنِيْنَ
“…dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran: 134) Jama`ah Idul Fithri yang berbahagiaPesan kedua adalah pesan social
Pesan sosialRamadhan ini terlukiskan dengan indah. Indah disini justru terlihat padadetik-detik akhir Ramadhan dan gerbang menuju bulan Syawwal. Dimana, ketikaumat muslim mengeluarkan zakat fithrah kepada Ashnafuts Tsamaniyah (delapankategori kelompok masyarakat yang berhak menerima zakat), terutama kaum fakirmiskin tampak bagaimana tali silaturrahmi serta semangat untuk berbagi demikiannyata terjadi. Kebuntuan dan kesenjangan komunikasi dan tali kasih sayang yangsebelumnya sempat terlupakan tiba-tiba saja hadir, baik di hati maupun dalamtindakan. Semangat zakat fitrah ini melahirkan kesadaran untuk tolong menolong (ta`awun)antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin, antara orang-orang yanghidupnya berkecukupan dan orang-orang yang hidup kesehariannya serbakekurangan, sejalan hatinya sebab كُلُّكُمْ عِيَالُ اللهِ , kalian semua adalah ummat Allah.Dalam kesempatan ini orang yang menerima zakat akan merasa terbantu bebanhidupnya sedangkan yang memberi zakat mendapatkan jaminan dari Allah SWT;sebagaimana yang terkandung dalam hadis Qurthubi:اِنّىِ رَأَيْتُ اْلبَارِحَةَ عَجَاً رَأَيْتُ مِنْ
اُمَّتِى يَتَّقِى وَهَجَ النَّارَ وَشِرَرَهَا بِيَدِهِ عَنْ وَجْهِهِ فَجَائَتْ
صَدَقَتُهُ فَصَارَتْ سِتْرًا مِنَ النَّارِ
Artinya: “Aku semalam bermimpi melihat kejadian yang menakjubkan. Akumelihat sebagian dari ummatku sedang melindungi wajahnya dari sengatan nyalaapi neraka. Kemudian datanglah shadaqah-nya menjadi pelindung dirinya dari apineraka.”Jama’ah sholat Idul Fitri rahimakumullahPesan ketiga adalah pesan jihadJihad yang dimaksud di sini, bukan jihad dalam pengertiannya yang sempit; yakniberperang di jalan Allah akan tetapi jihad dalam pengertiannya yang utuh,yaitu:بَذْلُ مَاعِنْدَهُ وَمَا فِى وُسْعِهِ لِنَيْلِ مَا عِنْدَ رَبِّهِ
مِنْ جَزِيْلِ ثَوَابِ وَالنَّجَاةِ مِنْ اَلِيْمِ عِقَابِهِ
“Mengecilkan arti segala sesuatu yang dimilikinya demi mendapatkankeridhaannya, mendapatkan pahala serta keselamatan dari Siksa-Nya.”Pengertian jihad ini lebih komprehensif, karena yang dituju adalah mengorbankansegala yang kita miliki, baik tenaga, harta benda, atapun jiwa kita untukmencapai keridhaan dari Allah; terutama jihad melawan diri kita sendiri yangdisebut sebagai Jihadul Akbar, jihad yang paling besar. Dengan demikian, jihadakan terus hidup di dalam jiwa ummat Islam baik dalam kondisi peperangan maupundalam kondisi damai. Jihad tetap dijalankan.Dalam konteks masyarakat Indonesia saat ini, jihad yang kita butuhkan bukanlahjihad mengangkat senjata. Akan tetapi jihad mengendalikan diri dan mendorongterciptanya sebuah sistem sosial yang bermartabat, berkeadilan dan sejahteraserta bersendikan atas nilai-nilai agama dan ketaatan kepada Allah.Mengingat adanya aliran Islam yang mengkampanyekan jihad dengan senjata dinegara damai Indonesia ini, maka perlu untuk ditekankan lebih dalam bahwa jihadseharusnya dilandasi niat yang baik dan dipimpin oleh kepala pemerintahan, bukan oleh kelompok atau aliran tertentu.Jangan sampai mengatasnamakan kesucian agama, akan tetapi tidak bisa memberikangaransi bagi kemaslahatan umat Islam. Islam haruslah didesain dan bergerak padakemaslahatan masyarakat demi mencapai keridhaan Allah dan kemajuan ummat.Pengalaman pahit salah mengartikan jihad menjadikan Islam dipandang sebagaiagama teroris. Padahal Islam sebenarnya adalah rahmat bagi alam semesta(rahmatan lil alamin), agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,keadilan, kedamaian.Dalam konteks masyarakat Indonesia saat ini, jihad yang kita butuhkan adalahupaya mendukung terbangunnya sebuah sistem sosial yang bermartabat, berkeadilandan sehatera yang bersendikan pada ketaatan kepada Allah. Jihad untukmengendalikan hawa nafsu dari seluruh hal yang dapatmerugikandiri kita sendiri, terlebih lagi merugikan orang lain.Jama`ah Sholat Idul Fitri rahimakumullahرُوِىَ اَنَّ بَعْضَ الصَّحَابَةِ قَالُوْا يَا نَبِيَّ اللهِ
لَوَدَدْنَا اَنْ نَعْلَمَ اَيَّ التِّجَارَةِ اَحَبُّ اِلَى اللهِ فَنَتَجَرُّ
فِيْهَا فَنُزِلَتْ (يآاَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلىَ
تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ. تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ
وَتُجَاهِدُوْنَ فِى سَبِيْلِ اللهِ بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ ذَالِكُمْ
خَيْرٌ لَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ. يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِى
مِنْ تَحْتِهَا اْلاَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِى جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ
اْلفَوْزُ اْلعَظِيْمُ)
“Diriwayatkan bahwa sebagian sahabat mendatangi Rasulullah. Ketikaberjumpa, salah seorang dari mereka berkata: “Wahai Nabi Allah, kami inginsekali mengetahui bisnis apa yang paling dicintai oleh Allah agar kami bisamenjadikannya sebagai bisnis kami”. Kemudian diturunkan ayat:يآاَيُّهَا
الَّذِيْنَ آمَنُوْا هَلْ اَدُلُّكُمْ عَلىَ تِجَارَةٍ تُنْجِيْكُمْ مِنْ عَذَابٍ
اَلِيْمٍ. تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ وَتُجَاهِدُوْنَ فِى سَبِيْلِ اللهِ
بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ ذَالِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ
تَعْلَمُوْنَ. يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِى مِنْ
تَحْتِهَا اْلاَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِى جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ
اْلفَوْزُ اْلعَظِيْمُ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkansuatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? yaitu) kamuberiman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta danjiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akanmengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik didalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QSAsh-Shaff:10-12)Dalam konteks sosial masyarakat kita saat ini, dimana masih banyak sektorsosial yang perlu pembenahan lebih lanjut. Maka makna jihad harus mengacu padapengentasan masalah-masalah sosial. Oleh sebab itu, sudah selayaknya padamomentum lebaran saat ini, bukan hanya pakaian yang baru akan tetapigagasan-gagasan baru juga harus dikedepankan untuk mengentaskan masalah-masalahsosial yang selama ini membelenggu kemajuan umat Islam Indonesia pada khususnyadan bangsa dan negara Indonesia pada umumnya.اللهُ اَكْبَرْ (3×) وَ للهِ اْلحَمْدُ
Jama’ah Sholat Idul Fithri rahimakumullahDemikianlah tiga pesan yang disampaikan oleh Ramadhan. Oleh sebab itu, marilahkita bersama-sama memikul tanggung jawab untuk merealisasikan ketiga pesan inike dalam bingkai kehidupan nyata. Marilah kita bersama-sama mengendalikan hawanafsu kita sendiri, untuk tidak terpancing pada hal-hal yang terlarang danmerugikan orang lain; menjalin hubungan silaturrahim serta kerjasama sesamamuslim tanpa membeda-bedakan status sosial, serta menyandang semangat jihaduntuk membangun sebuah sistem sosial yang bermartabat, berkeadilan dansejahtera.اَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ ربِّهِ ونَهَيَ
النَّفْسَ عَنِ اْلَهوَى فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ اْلمَأْوَى. جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ
اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ
فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ وَاَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَاسْتَغْفِرُ
لِى وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ
فَاسْتَغْفِرْهُ اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH KEDUA
اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا
وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ
اِلاَّ اللهُ وَالللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ. اْلحَمْدُ للهِ
عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ
اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ وَاَشْهَدُ
اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ
وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَِثيْرًا. اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ
اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ.وَاعْلَمُوْا
اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ
ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ
عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ
وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ
Allahu akbar3x Laa Ilaha illallah Allahu Akbar WalillahilhamdMa’asyiralmuslimin rahimakumullahAkhirnyamarilah kita berdoa, menundukkan kepala, memohon kepada Allah Yang Maha Rahmandan Maha Rahim untuk kebaikan kita dan umat Islam dimana saja berada:اَللَّهُمَّ إِنَّا
نَحْمَدُكَ وَنَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَهْدِيْكَ وَنَعُوْذُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ
عَلَيْكَ وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ
وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ
نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى
عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ.
Ya Allah,sesungguhnya kami memuji-Mu, meminta tolong kepada-Mu, dan memohon petunjukdari-Mu, kami berlindung dan bertawakal kepada-Mu, kami memuji-Mu dengan segalakebaikan, kami bersyukur atas semua nikmat-Mu, kami tidak mengingkari-Mu, kamiberlepas diri dari siapa pun yang durhaka kepada-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mukami menyembah, hanya untuk-Mu shalat dan sujud kami, dan hanya kepada-Mu kamiberusaha dan bergegas, kami sangat mengharapkan rahmat-Mu dan takut akansiksa-Mu, sesungguhnya azab-Mu benar-benar ditimpakan kepada orang-orang kafir.اَللَّهُمَّ لَكَ
الْحَمْدُ بِالإِسْلاَمِ وَلَكَ الْحَمْدُ بِالإِيْمِانِ وَلَكَ الْحَمْدُ
بِالْقُرْآنِ وَلَكَ الْحَمْدُ بِشَهْرِ رَمَضَانَ وَلَكَ الْحَمْدُ بِالأَهْلِ
وَالْمَالِ وَالْمُعَافَاةِ لَكَ الْحَمْدُ بِكُلِّ نِعْمَةٍ أَنْعَمْتَ بِهَا
عَلَيْنَا.
Ya Allah,segala puji hanya bagi-Mu atas nikmat Islam, nikmat Iman, nikmat Al-Qur’an,nikmat bulan Ramadhan, nikmat keluarga, harta dan kesehatan. Segala pujibagi-Mu atas semua nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepada kami.سُبْحَانَكَ لاَ
نُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ فَلَكَ
الْحَمْدُ حَتَّى تَرْضَى وَلَكَ الْحَمْدُ إِذَا رَضِيْتَ.
Maha SuciEngkau, kami tidak akan sanggup menghitung dan membatasi pujian bagi-Mu.Keagungan-Mu hanya dapat diungkapkan dengan pujian-Mu kepada diri-Mu sendiri,segala puji hanya bagi-Mu (dari kami) sampai Engkau ridha (kepada kami) dansegala puji bagi-Mu setelah keridhaan-Mu.اَللَّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى عَبْدِكَ ونَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Ya Allah,sampaikanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada hamba, nabi dan rasul-MuMuhammad saw beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا.
Ya Allah,ampunilah kami dan ampuni pula kedua orang tua kami dan sayangilah merekaseperti kasih sayang mereka saat mendidik kami di waktu kecil.رَبَّنَا ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.
Ya Tuhan
kami, kami telah menzhalimi diri sendiri, jika Engkau tidak mengampuni danmerahmati kami pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.رَبَّنَا اغْفِرْ
لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ
قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنـَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ.
Ya Tuhan
kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa saudara-saudara kami yang telahmendahului kami dalam keimanan, dan janganlah Engkau jadikan di hati kamikedengkian terhadap orang-orang yang beriman, ya Tuhan kami sesungguhnya EngkauMaha Pengasih lagi Maha Penyayang.اَللَّهُمَّ إِنَّا
نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ
وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ
وَعَمَلٍ.
Ya Allah,kami memohon kepada-Mu ridha dan surga-Mu serta semua ucapan maupun perbuatanyang dapat mendekatkan kami kepadanya, dan kami berlindung kepada-Mu dari murkadan neraka-Mu serta semua ucapan maupun perbuatan yang dapat mendekatkan kamikepadanya.اَللَّهُمَّ اغْفِرْ
لِجَمِيْعِ مَوْتَى الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ شَهِدُوْا لَكَ
بِالْوَحْدَانِيَّةِ وَلِنَبِيِّكَ بِالرِّسَالَةِ وَمَاتُوْا عَلَى ذَلِكَ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ
وَأَكْرِمْ نُزُلَهُمْ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُمْ وَاغْسِلْهُمْ بِالْمَاءِ
وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِمْ مِنَ الذٌّنُوْبِ وَالْخَطَايَا كَمَا
يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَجَازِهمْ بِالْحَسَنَاتِ
إِحْسَانًا وَبِالسَّيِّئَاتِ عَفْوًا وَغُفْرَانًا.
Ya Allah,ampunilah dosa-dosa kaum mukminin yang telah wafat dan telah bersaksi ataskeesaan-Mu dan kerasulan nabi-Mu (Muhammad saw) dan mereka meninggal dalamkeadaan demikian. Ya Allah, ampuni dan rahmatilah mereka, maafkan semuakesalahan mereka, muliakan tempat tinggalnya, luaskan kediamannya, sucikanmereka dengan air, salju, dan embun, bersihkan mereka dari berbagai dosa dankesalahan sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran. Dan balaslah amalkebaikan mereka dengan kebaikan pula, dan amal buruk mereka dengan maaf danpengampunan.اَللَّهُمَّ أَعِنَّا
عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ يَا حَيُّ يَا قَيّوْمُ يَا ذَا
الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
Ya Allah,bantulah kami dalam berdzikir dan bersyukur serta beribadah kepada-Mu denganbaik, wahai Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri, Pemilik segala keagungan dankemuliaan.اَللَّهُمَّ نَحْنُ
عَبِيْدُكَ بَنُوْ عَبِيْدِكَ بَنُوْ إِمَائِكَ نَوَاصِيْنَا بِيَدِكَ مَاضٍ
فِيْنَا حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيْنَا قَضَاؤُكَ نَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ بِكُلِّ اسْمٍ
هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ
أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ
أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ الْعَظِيْمَ رَبِيْعَ قُلُوْبِنَا وَنُوْرَ صُدُوْرِنَا
وَجَلاَءَ أَحْزَانِنَا وَذَهَابَ هُمُوْمِنِا وَغُمُوْمِنَا وَسَائِقَنَا
وَقَائِدَنَا إِلَى جَنَّاتِكَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ.
Ya Allah,kami adalah hamba-hamba-Mu, anak dari hamba-hamba-Mu laki-laki dan perempuan,ubun-ubun kami berada dalam tangan-Mu, telah berlaku atas kami hukum-Mu, adilpasti atas kami keputusan-Mu, kami memohon kepada-Mu dengan menggunakan semuanama yang menjadi milik-Mu dan Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau nama yangEngkau turunkan dalam kitab suci-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada salah satudi antara hamba-Mu, atau dengan nama yang Engkau simpan dalam rahasia ghaib disisi-Mu, jadikanlah Al-Qur’an yang agung ini taman bunga sepanjang musim dihati kami, jadikan ia cahaya di dada-dada kami, pelipur lara dan penghapusgulana, jadikan pula ia pembimbing kami menuju surga-Mu yang penuh kenikmatan.اَللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا
بِالْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ اَللَّهُمَّ زَكِّ نُفُوْسَنَا بِالْقُرْآنِ
الْكَرِيْمِ.
Ya Allah,bersihkan dan sucikan hati dan jiwa kami dengan Al-Qur’an yang mulia.اَللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا
مِنْهُ مَا نَسِيْنَا وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا وَارْزُقْنَا تِلاَوَتَهُ
آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ وَاجْعَلْهُ حُجَّةً لَنَا لاَ حُجَّةً
عَلَيْنَا.
Ya Allah,ingatkan kami ayat Al-Qur’an yang terlupa, ajarkan kami darinya apa yangtidak kami ketahui, berikan rezki kepada kami berupa kenikmatan membacanyamalam dan siang, jadikan ia hujjah bagi kami jangan jadikan ia hujjah ataskami.اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا
مِنْ أَهْلِ القُرْآنِ الَّذِيْنَ هُمْ أَهْلُكَ وَخَاصَّتُكَ يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ.
Ya Allah,jadikanlah kami termasuk ahli Al-Qur’an yang menjadi keluarga-Mu danhamba-hamba istimewa di sisi-Mu wahai Dzat Yang Maha Penyayang.اَللَّهُمَّ
اجْعَلْنَا مِمَّنْ يُقِيْمُ حُرُوْفَهُ وَحُدُوْدَهُ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِمَّنْ
يُقِيْمُ حُرُوْفَهُ وَيُضَيِّعُ حُدُوْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
Ya Allah,jadikanlah kami termasuk orang-orang yang menegakkan huruf-huruf Al-Qur’an danhukum-hukumnya, dan jangan Engkau jadikan kami golongan orang yang menegakkanhuruf-hurufnya namun mengabaikan hukum-hukumnya, dengan rahmat-Mu wahai DzatYang Maha Penyayang.اَللَّهُمَّ آتِ
نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ
وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا
Ya Allah,berikan kepada jiwa-jiwa kami ketakwaan kepadamu, dan sucikan dia, Engkaulahsebaik-baik Zat Yang Menyucikan jiwa, Engkaulah Pelindung dan Penolongnya.اَللَّهُمَّ يَا
حَيُّ يَا قَيّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ
الْمُضْطَرِّ إِذَا دَعَاكَ نَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَالْعَزِيْمَةَ
عَلَى الرُّشْدِ وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ
إِثْمٍ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ.
Ya AllahYang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri, Pemilik segala keagungan dan kemuliaan,Yang Maha Mengabulkan doa orang yang berada dalam kesulitan, kami memohonkepada-Mu berbagai penyebab turunnya rahmat-Mu, tekad dan kekuatan untuk menitijalan yang lurus, limpahan segala kebajikan, keselamatan dari segala dosa,kemenangan meraih surga dan keselamatan dari azab neraka.اَللَّهُمَّ يَا
حَيُّ يَا قَيّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ نَسْأَلُكَ الْهُدَى
وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى.
Ya AllahYang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri, Pemilik segala keagungan dan kemuliaan,kami memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri dan kekayaan.اَللَّهُمَّ إِنَّا
نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ
وَمَا لَمْ نَعْلَمْ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ
مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ.
Ya Allah,kami memohon kepada-Mu segala kebaikan di dunia dan akhirat yang kami ketahuimaupun yang tidak kami ketahui, dan kami berlindung kepada-Mu dari semuakeburukan di dunia dan akhirat yang kami ketahui maupun yang tidak kamiketahui.اَللَّهُمَّ إِنَّا
نَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا
اسْتَعَاذَكَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ وَعِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ.
Ya Allah,kami memohon kepadamu segala kebaikan yang telah diminta hamba dan rasul-MuMuhammad saw dan hamba-hamba-Mu yang shalih, dan kami berlindung kepadamu darisegala keburukan yang mereka telah berlindung darinya kepada-Mu.اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا
دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ
إَلَيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ
وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.
Ya Allah,perbaikilah agama kami yang merupakan penjaga urusan kami, perbaikilah duniakami yang menjadi tempat hidup kami, dan perbaikilah akhirat kami karena dialahtempat kembali kami. Jadikan kehidupan ini sebagai penambah segalakebaikan bagi kami, dan jadikan kematian sebagai kebebasan kami dari segalakeburukan.اَللَّهُمَّ إِنَّا
نَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلاَءِ وَدَرْكِ الشَّقَاءِ وَسُوْءِ الْقَضَاءِ
وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ.
Ya Allah,kami berlindung kepada-Mu dari sulitnya bencana, beratnya penderitaan, buruknyatakdir, dan tepuk tangan musuh.اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ
عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ
الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ.
Ya Allah,kami berlindung kepada-Mu dari siksa Jahanam, dari siksa kubur, dari fitnahkehidupan dan kematian, serta dari fitnah Dajjal.اَللَّهُمَّ
طَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ النِّفَاقِ وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ
وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ وَأَعْيُنَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ إِنَّكَ تَعْلَمُ
خَائِنَةَ الأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُوْرُ.
Ya Allah,bersihkanlah hati kami dari kemunafikan, amal kami dari riya, lisan kami daridusta, dan bersihkan mata kami dari khianat, sesungguhnya Engkau mengetahuipengkhianatan mata dan apa yang disembunyikan dalam dada.اَللَّهُمَّ
اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ
وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ يَا حَيُّ يَا قَيّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ
وَالإِكْرَامِ.
Ya Allah,cukupkan diri kami dengan yang halal dari yang haram, dengan ketaatan kepada-Mudari maksiat kepada-Mu, dan dengan karunia-Mu dari selain-Mu, wahai YangMaha Hidup lagi BerdiriSendiri, Pemilik segala keagungan dan kemuliaan.اَللَّهُمَّ
أَعْتِقْ رِقَابَنَا مِنَ النَّارِ وَأَوْسِعْ لَنَا مِنَ الرِّزْقِ الْحَلاَلِ
وَاصْرِفْ عَنَّا فَسَقَةَ الْجِنِّ وَالإِنْسِ يَا حَيُّ يَا قَيّوْمُ يَا ذَا
الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
Ya Allah,bebaskan diri kami dari api neraka, lapangkan untuk kami rezki yang halal, danjauhkan kami dari jin dan manusia yang fasik, wahai Yang Maha Hidup lagiBerdiri Sendiri, Pemilik segala keagungan dan kemuliaan.اَللَّهُمَّ
اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَالِنَا آخِرَهَا وَخَيْرَ أَعْمَارِنَا خَوَاتِمَهَا
وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ لِقَائِكَ.
Ya Allah,jadikanlah amal kami yang terbaik adalah akhirnya, dan umur kami yang terbaikadalah penghujungnya, dan hari terbaik kami adalah hari bertemu Engkau.اَللَّهُمَّ آنِسْ
وَحْشَتَنَا فِي الْقُبُوْرِ وَآمِنْ خَوْفَنَا يَوْمَ الْبَعْثِ وَالنُّشُوْرِ
وَيَسِّرْ لَنَا يَا إِلهَنَا الأُمُوْرَ يَا حَيُّ يَا قَيّوْمُ يَا ذَا
الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
Ya Allah,hiburlah kami ketika sendirian dalam kubur, hilangkan ketakutan kami ketikadibangkitkan dari kubur, dan mudahkan semua urusan kami, Ya Tuhan kami, wahaiYang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri, Pemilik segala keagungan dan kemuliaan.اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ وُلاَةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ، وَوَفِّقْهُمْ لِلْعَدْلِ فِيْ
رَعَايَاهُمْ وَالرِّفْقِ بِهِمْ وَالاِعْتِنَاءِ بِمَصَالِحِهِمْ وَحَبِّبْهُمْ
إِلَى الرَّعِيَّةِ وَحَبِّبِ الرَّعِيَّةَ إِلَيْهِمْ.
Ya Allah,perbaikilah (akhlaq) para pemimpin kaum muslimin, bimbinglah mereka dalammenegakkan keadilan, menyayangi, dan memperhatikan kepentingan rakyat.Tumbuhkan kecintaan rakyat kepada mereka dan kecintaan mereka kepada rakyat.اَللَّهُمَّ
وَفِّقْهُمْ لِصِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَالْعَمَلِ بِوَظَائِفِ دِيْنِكَ
الْقَوِيْمِ وَاجْعَلْهُمْ هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ.
Ya Allah,bimbinglah mereka ke jalan-Mu yang lurus, agar bekerja demi agama-Mu yangbenar, jadikan mereka teladan yang mendapat petunjuk-Mu, dengan rahmat-Mu wahaiDzat Yang Maha Penyayang.اَللَّهُمَّ
وَفِّقْهُمْ لِلْعَمَلِ بِكِتَابِكَ وَسُنَّةِ نَبِيِّكَ وَالْحُكْمِ
بِشَرِيْعَتِكَ وَإقَامَةِ حُدُوْدِكَ.
Ya Allah,bimbinglah mereka agar bekerja sesuai kitab-Mu, sunnah Nabi-Mu, memutuskandengan syariat-Mu, dan menegakkan hukum-hukum-Mu.اَللَّهُمَّ
وَفِّقْهُمْ لإِزَالَةِ الْمُنْكَرَاتِ وَإِظْهَارِ الْمَحَاسِنِ وَأَنْوَاعِ
الْخَيْرَاتِ.
Ya Allah,tuntunlah mereka untuk memberantas kemunkaran dan menampilkan segala bentukkebaikan.اَللَّهُمَّ
اجْعَلْهُمْ آمِرِيْنَ بِالْمَعْرُوْفِ فَاعِلِيْنَ لَهُ نَاهِيْنَ عَنِ
الْمُنْكَرِ تَارِكِيْنَ لَهُ.
Ya Allah,jadikanlah mereka para penyeru kebaikan yang melaksanakannya, penghalangkemunkaran yang meninggalkannya.اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِيْ
أَوْطَانِهِمْ.
Ya Allah,perbaikilah keadaan kaum muslimin, murahkanlah harga-harga kebutuhan hidupmereka, dan jadikanlah mereka aman sentosa di tanah air mereka.اَللَّهُمَّ
أَصْلِحْ شَبَابَ الْمُسْلِمِيْنَ وَحَبِّبْ إِلَيْهِمُ الإِيْمَانَ وَزَيِّنْهُ
فِيْ قُلُوْبِهِمْ وَكَرِّهْ إِلَيْهِمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ
وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الرَّاشِدِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
Ya Allah,perbaikilah keadaan para pemuda kaum muslimin, jadikan mereka para pencintakeimanan dan jadikan iman itu indah dalam hati mereka, bencikan mereka terhadapkekafiran, kefasikan dan kemaksiatan, dan jadikan mereka orang-orang yanglurus, dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Maha Penyayang.اَللَّهُمَّ يَا
حَيُّ يَا قَيّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ
الْمُضْطَرِّ إِذَا دَعَاكَ نَسْأَلُكَ أَنْ تُعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِميْنَ
وَأَنْ تُذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَأَنْ تُدَمِّرَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ
وَأَنْ تَجْعَلَ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلاَدِ
الإِسْلاَمِ وَالْمُسْلِمِيْنَ.
Ya AllahYang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri, Pemilik segala keagungan dan kemuliaan,Yang Maha Mengabulkan doa orang yang berada dalam kesulitan, kami memohonkepadamu agar Engkau memuliakan Islam dan kaum muslimin, menghinakankemusyrikan dan orang-orang musyrik, menghancurkan musuh-musuh agama, danmenjadikan negeri ini dan negeri-negeri kaum muslimin lainnya aman dantenteram.اَللَّهُمَّ
انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِكَ فِي كُلِّ
مَكَانٍ. اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي
فِلِسْطِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تُحَرِّرَ الْمَسْجِدَ
الأَقْصَى وَأَرْضَ فِلِسْطِيْنَ، اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا
الْمُسْلِمِيْنَ الْمُجَاهِدِيْنَ مِنْ جُنُوْدِ حَمَاس. اَللَّهُمَّ
انْصُرَْإِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي أَفْغَانِسْتَان،
وَإِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي كَشْمِيْرَ، وَإِخْوَانَنَا
الْمُسْلِمِيْنَ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي الْعِرَاقِ، وَإِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ
الْمُجَاهِدِيْنَ فِي الشِّيْشَانِ، وَإِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ
الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَائِرِ بِلاَدِ الإِسْلاَمِ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
Ya Allah,tolonglah dan menangkanlah saudara-saudara kami kaum muslimin para mujahidin dijalan-Mu di mana pun mereka berada. Tolonglah saudara-saudara kami kaummuslimin para mujahidin Palestina, bebaskan Masjid Aqsha dan tanah Palestinadari perampok Yahudi, tolonglah saudara-saudara kami kaum muslimin para pejuangHamas. Ya Allah, bantulah pula saudara-saudara kami kaum muslimin paramujahidin di Afghanistan, Kasymir, Irak, Chechnya, dan negeri-negeri kaummuslimin yang lain, wahai Penguasa alam semesta.اَللَّهُمَّ
أَفْرِغْ عَلَيْهِمْ صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى
عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ.
Ya Allah,berikan kesabaran kepada mereka, teguhkan pendirian mereka, dan tolonglahmereka atas musuh-Mu dan musuh mereka.اَللَّهُمَّ
اكْتُبِ الشَّهَادَةَ عَلَى مَوْتَاهُمْ وَاكْتُبِ السَّلاَمَةَ عَلَى
أَحْيَائِهِمْ.
Ya Allah,tetapkan kesyahidan bagi yang gugur di antara mereka, dan berikan keselamatankepada yang masih hidup.رَبَّنَا اصْرِفْ
عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا.
Ya Tuhankami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalahkebinasaan yang kekal.رَبَّنَا لاَتُزِغْ
قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ
أَنْتَ الْوَهَّابُ.
Ya Tuhankami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudahEngkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat darisisi-Mu, sesungguhnya Engkau lah Maha Pemberi (karunia).رَبَّنَا إِنَّنَا
آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Ya Tuhankami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa kami dan peliharalahkami dari siksa neraka.رَبَّنَا آتِنَا
مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا.
Ya Tuhankami, berikan rahmat kepada kami dari sisi-Mu, dan sempurnakan bagi kamipetunjuk yang lurus dalam urusan kami.اَللَّهُمَّ إِنَّا
نَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قُلُوْبٍ لاَ تَخْشَعُ وَمِنْ
نُفُوْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا.
Ya Allah,sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, darihati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah kenyang, dan dari doayang tidak dikabulkan.رَبَّنَا ظَلَمْنَا
أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ
الْخَاسِرِيْنَ.
Ya Tuhankami, kami telah menzhalimi diri sendiri, jika Engkau tidak mengampuni danmerahmati kami pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.رَبَّنَا آتِنَا
فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Ya Tuhankami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan peliharalahkami dari api neraka.رَبَّنَا تَقَبَّلْ
مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ
التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
Ya Tuhankami, terimalah dari kami (amal dan doa kami), sesungguhnya Engkaulah yang MahaMendengar lagi Maha Mengetahui, dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau MahaPenerima taubat lagi Maha Penyayang.وَصَلَّى اللهُ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ
عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ.
Semogashalawat senantiasa tercurah kepada pemimpin kami Muhammad saw, keluarga dansahabatnya semua. Maha suci Tuhanmu Pemilik kemuliaan dari apa yang merekapersekutukan. Semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada para rasul dansegala puji hanya bagi Tuhan semesta alam.Ceramah kedua
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ:
]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ[
]يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا[
]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا[
فَإِنَّ أَصْدَقَ الحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَأَفْضَلُ الهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ r وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ َوكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ
Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd.
Jama’ah shalat Idul Fithri yang semoga dirahmati oleh Allah,
Hari ini kita berada dalam hari besar, hari perayaan, hari di mana kita kembali berbuka puasa, yaitu hari Idul Fithri. Suatu nikmat yang besar, kita dapat menjalankan ibadah shiyam, ibadah puasa sebulan penuh. Kali ini kita berada pada awal Syawal 1437 H.
Ingatlah …
Sebagaimana para ulama di masa silam seringkali berkata …
“Hari ini suatu kaum telah kembali dalam keadaan sebagaimana ibu mereka melahirkan mereka.”
Karena memang bulan Ramadhan itu penuh dengan ampunan. Sehingga sampai ulama seperti Qatadah rahimahullah mengatakan, “Siapa saja yang tidak diampuni di bulan Ramadhan, maka sungguh di hari lain ia pun akan sulit diampuni.”
Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah mengatakan, “Tatkala semakin banyak pengampunan dosa di bulan Ramadhan, maka siapa saja yang tidak mendapati pengampunan tersebut, sungguh dia telah terhalangi dari kebaikan yang banyak.”
Kita terus berdoa pada Allah, moga amalan kita di bulan Ramadhan diterima di sisi Allah. Moga amalan kita yang penuh kekurangan tetap mendapatkan balasan terbaik di sisi-Nya. Moga Allah juga mengampuni kesalahan dan setiap kelalaian kita selama beramal di bulan Ramadhan.
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ وَأَجَلُّ اللهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا
Allahu akbar kabiiro, Allahu akbar kabiiro, Allahu akbar walillahil hamd wa ajall, Allahu akbar ‘ala maa hadaanaa.
Shalawat dan salam semoga tercurahkan pada junjungan kita, suri tauladan kita, Nabi akhir zaman, Nabi besar kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitu pula kepada para sahabatnya dan pengikutnya hingga akhir zaman.
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ
Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd.
Seorang mukmin sudah sepatutnya terus meminta pada Allah keistiqamahan. Itulah yang kita pinta dalam shalat minimal 17 kali dalam sehari lewat doa,
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6)
“Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus.” (QS. Al-Fatihah: 6)
Ini pertanda kita butuh untuk terus istiqamah. Artinya, terus berada dalam jalur yang benar, tetap dalam ibadah pada Allah walau sudah mengakhiri Ramadhan.
Apa keistimewaannya?
Disebutkan dalam kitab Hilyah Al-Auliya’ beberapa perkataan ulama berikut.
Ibnul Mubarak menceritakan dari Bakkar bin ‘Abdillah, ia berkata bahwa ia mendengar Wahb bin Munabbih berkata, ada seorang ahli lewat di hadapan ahli ibadah yang lain. Ia pun berkata, “Apa yang terjadi padamu?” Dijawablah, “Aku begitu takjub pada si fulan, ia sungguh-sungguh rajin ibadah sampai-sampai ia meninggalkan dunianya.” Wahb bin Munabbih segera berkata, “Tidak perlu takjub pada orang yang meninggalkan dunia seperti itu. Sungguh aku lebih takjub pada orang yang bisa istiqamah.” (Hilyah Al-Auliya’, 4: 51)
Orang yang bisa istiqamah, ajek terus dalam ibadah, itu lebih baik daripada orang yang memperbanyak ibadah.
Ingatlah …
Bisa terus istiqamah, itulah karamah seorang wali Allah (kekasih Allah) yang begitu luar biasa,
وَأَنَّ الْكَرَامَةَ لُزُومُ الِاسْتِقَامَةِ
“Sesungguhnya karamah (seorang wali Allah, pen.) adalah bisa terus istiqamah.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 10: 29)
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ وَأَجَلُّ اللهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا
Allahu akbar kabiiro, Allahu akbar kabiiro, Allahu akbar walillahil hamd wa ajall, Allahu akbar ‘ala maa hadaanaa.
Lalu bagaimana biar bisa terus istiqamah?
Ada beberapa kiat yang secara singkat kami terangkan berikut ini.
Pertama: Selalu berdoa pada Allah karena istiqamah itu hidayah dari-Nya
Kita butuh doa agar bisa istiqamah karena hati kita bisa saja berbolak-balik. Oleh karenanya, do’a yang paling sering Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam panjatkan adalah,
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
“Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”
Adapun doa yang diajarkan dalam Al-Qur’an,
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imron: 8)
Ummu Salamah pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لأَكْثَرِ دُعَائِكَ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
“Wahai Rasulullah kenapa engkau lebih sering berdo’a dengan do’a, ’Ya muqollibal quluub tsabbit qolbii ‘ala diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu)’. ”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya menjawab,
يَا أُمَّ سَلَمَةَ إِنَّهُ لَيْسَ آدَمِىٌّ إِلاَّ وَقَلْبُهُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ فَمَنْ شَاءَ أَقَامَ وَمَنْ شَاءَ أَزَاغَ
“Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka Allah akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Allah pun bisa menyesatkannya.”
Setelah itu Mu’adz bin Mu’adz (yang meriwayatkan hadits ini) membacakan ayat,
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami.” (QS. Ali Imran: 8) (HR. Tirmidzi, no. 3522; Ahmad, 6: 315. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
Kedua: Berusaha menjaga keikhlasan dalam ibadah
Amalan yang dilakukan ikhlas karena Allah itulah yang diperintahkan sebagaimana disebutkan dalam ayat,
وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِى غَيْرِى تَرَكْتُهُ
“Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: Aku sama sekali tidak butuh pada sekutu dalam perbuatan syirik. Barangsiapa yang menyekutukan-Ku dengan selain-Ku, maka Aku akan meninggalkannya (maksudnya: tidak menerima amalannya, pen) dan perbuatan syiriknya.” (HR. Muslim, no. 2985)
Adapun buah dari keikhlasan akan membuat amalan itu langgeng, alias istiqamah. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
وَمَا لاَ يَكُوْنُ لَهُ لاَ يَنْفَعُ وَلاَ يَدُوْمُ
“Segala sesuatu yang tidak didasari ikhlas karena Allah, pasti tidak bermanfaat dan tidak akan kekal.” (Dar’ At-Ta’arudh Al-‘Aql wa An-Naql, 2: 188).
Para ulama juga memiliki istilah lain,
مَا كَانَ للهِ يَبْقَى
“Segala sesuatu yang didasari ikhlas karena Allah, pasti akan langgeng.”
Ketiga: Rutin beramal walau sedikit
Amal yang dilakukan ajek (kontinu) walaupun sedikit itu lebih dicintai Allah dibandingkan amalan yang langsung banyak namun tak ajek.
Maksudnya, seseorang dituntun untuk konsekuen dalam menjalankan syari’at atau dalam beramal dan tidak putus di tengah jalan. Karena konsekuen dalam beramal lebih dicintai oleh Allah daripada amalan yang hanya sesekali dilakukan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-; beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR. Bukhari, no. 6465; Muslim, no. 783). Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ
Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd.
Keempat: Rajin koreksi diri (muhasabah)
Kalau kita rajin mengoreksi diri, diri kita akan selalu berusaha untuk baik. Allah Ta’ala memerintahkan kita supaya rajin bermuhasabah (introspeksi diri),
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Hisablah (koreksilah) diri kalian sebelum kalian itu dihisab. Siapkanlah amalan shalih kalian sebelum berjumpa dengan hari kiamat di mana harus berhadapan dengan Allah.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7: 235)
Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, “Pandanglah amal yang telah kalian lakukan. Apakah amalan shalih yang berujung selamat? Ataukah amalan jelek yang berujung celaka?” (Zaad Al-Masiir, 8: 224)
Kelima: Memilih teman yang shalih
Teman bergaul amat penting, itulah yang memudahkan kita untuk istiqamah.
Allah Ta’ala berfirman,
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap wajah-Nya.” (QS. Al-Kahfi: 28)
Diriwayatkan dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً
“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari, no. 2101)
Imam Al-Ghazali rahimahullah mengatakan, “Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya.” (Tuhfah Al-Ahwadzi, 7: 94)
Teman yang shalih punya pengaruh untuk menguatkan iman dan terus istiqamah karena kita akan terpengaruh dengan kelakuan baiknya hingga semangat untuk beramal. Sebagaimana kata pepatah Arab,
الصَّاحِبُ سَاحِبٌ
“Yang namanya sahabat bisa menarik (mempengaruhi).”
Ahli hikmah juga menuturkan,
يُظَنُّ بِالمرْءِ مَا يُظَنُّ بِقَرِيْنِهِ
“Seseorang itu bisa dinilai dari orang yang jadi teman dekatnya.”
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ
Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd.
Jama’ah shalat Idul Fithri yang semoga senantiasa mendapatkan berkah dari Allah,
Demikian khutbah pertama ini.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَنَا مُحَمَّدٌ عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ
Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd.
Jama’ah shalat Idul Fithri yang semoga senantiasa istiqamah di jalan Allah,
Agar bisa istiqamah, ada point keenam yang bisa diamalkan yaitu:
Melakukan Puasa Syawal
Karena dengan melakukan puasa Syawal berarti sebagai tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan sebelumnya.
Dari Abu Ayyub Al-Anshori, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim, no. 1164)
Kapan mulai puasa Syawal? Kapan pun boleh yang penting masih di bulan Syawal.
Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Disunnahkan melakukannya secara berturut-turut di awal Syawal. Jika tidak berturut-turut atau tidak dilakukan di awal Syawal, maka itu boleh. Seperti itu sudah dinamakan melakukan puasa Syawal sesuai yang dianjurkan dalam hadits.” (Al-Majmu’, 6: 276)
Akhirnya kami memohon kepada Allah Ta’ala agar senantiasa memberikan kita petunjuk dan taufik untuk tetap beramal shalih selepas Ramadhan ini.
Moga amalan kita di bulan Ramadhan yaitu amalan shalat malam, membaca Al-Qur’an, bersedekah dan lainnya diterima oleh Allah. Moga kita diberi keistiqamahan serta diberi keistimewaan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan berikutnya.
Mari kita tutup khutbah Idul Fithri dengan doa, moga Allah perkenankan setiap doa kita di hari penuh kebaikan ini.
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُلُوبِنَا، وَأَزْوَاجِنَا، وَذُرِّيَّاتِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ، وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعَمِكَ مُثْنِينَ بِهَا عَلَيْكَ، قَابِلِينَ لَهَا، وَأَتِمِمْهَا عَلَيْنَا
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ أَعْمَلَنَا فِي رَمَضَانَ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ أَعْمَلَنَا فِي رَمَضَانَ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ أَعْمَلَنَا فِي رَمَضَانَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُم تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُم تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُم
عِيْدُكُمْ مُبَارَكٌ وَعَسَاكُمْ مِنَ العَائِدِيْنَ وَالفَائِزِيْنَ
كُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
—
Ceramah Ketiga
السلام عليكم ورحمة الله وبركاتهالله اكبر… الله اكبر… الله اكبر… لااله الاالله والله اكبر الله اكبر ولله الحمد َاللهُ اكبَر كَبيْرًا والحَمدُ للهِ كثِيرًا وَسُبحَانَ اللهِ بُكرَةً واَصِيلا, لااله اِلااللهُ ولانعْبدُ الاإيّاه, مُخلِصِينَ لَه الدّ يْن, وَلَو كَرِهَ الكَا فِرُون, وَلَو كرِهَ المُنَافِقوْن, وَلَوكرِهَ المُشْرِكوْن, لاالهَ اِلا اللهَ وَحدَه, صَدَق ُوَعْدَه, وَنَصَرَ عبْدَه, وَأعَزّجُندَهُ وَهَزَمَ الاحْزَابَ وَاحْدَه, لاالهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر, اللهُ اكبَرُ وَِللهِ الحمد.الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ . َأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.اللهم صل وسلم عَلَيْ محمد وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ. أوصيكم وإياي بتقوي الله لعاكم ترحمون . قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ: [يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ]Segala puji bagi Allah yang telah memberi nikmat kesempatan kepada kita untuk bisa bertemu dengan Ramadhan, sehingga kita bisa menunaikan ibadah shiyam, qiyam, dan ibadah-ibadah lainnya. Kita juga bermohon kepada Allah agar ibadah-ibadah tersebut diterima dan dilipatgandakan pahalanya. Dan akhirnya kita bermohon agar kiranya diizinkan menutup Ramadhan dengan menggapai keridhaan, ampunan dan pelepasan dari api neraka.Selawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Muhammad, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.Sebagaimana kita ketahui bahwa kehidupan dunia ini akan berakhir sebagaimana umur manusia berakhir, demikian juga dengan Ramadhan, ia akan berakhir. Rasanya seperti baru kemarin kita menjemput Ramadhan, namun kini ia telah pergi lagi, meski ia masih akan kembali, namun belum tentu ia bertemu dengan kita lagi, karena kematian setiap saat bisa datang memutus semua hubungan, termasuk memutus hubungan kita dengan Ramadhan tahun depan. Nabi bersabda:َ أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ“Banyak-banyaklah mengingat pemutus kenikmatan yaitu kematian” (HR. Tirmidzi)Umur manusia di dunia ini tidak akan ada nilainya jika tanpa amal, seseorang menjadi mulia atau hina bukan karena umurnya, tapi karena amal yang menghiasi umurnya. Nabi memandang bahwa orang yang paling baik adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya. Sebaliknya, orang yang paling buruk adalah yang panjang umurnya dan buruk amalnya.Dunia ini seperti juga dengan Ramadhan akan meninggalkan di belakangnya dua golongan, yaitu ahli taat dan ahli maksiat. Siapa yang menanam kebaikan akan menuai kebaikan dan siapa yang menanam keburukan akan menuai keburukan.Setiap muslim di akhir Ramadhan hendaklah menjadi orang yang tinggi semangat juangnya kepada kebenaran, menguat keimanannya kepada Allah, meninggi rasa cinta dan kepeduliaanya kepada sesama, maksimal taqarrub dan ibadahnya, dan tersambungkan silaturahimnya dengan sesama. Intinya, Ramadhan telah menebar kebaikan dan potensi keshalihan, yang dengan itu seseorang akan berhak dengan surga yang dijanjikan.Keutamaan yang ada pada Ramadhan mengharuskan setiap muslim untuk selalu merindukan bertemu dengannya, dan kepergiannya menjadi kesedihan baginya. Menurut Ibnu Rajab, para sahabat Nabi SAW apabila mereka bertemu dengan Ramadhan, mereka memohon agar ibadah yang telah ditunaikan di dalamnya diterima oleh Allah hingga enam bulan lamanya, dan enam bulan lagi lamanya mereka berdoa agar bisa dipertemukan Ramadhan berikutnya.Jika Ramadhan ini adalah Ramadhan yang terakhir bagi kita, marilah kita jaga kebaikan-kebaikan yang telah tercipta bersama Ramadhan tersebut, dengan begitu, kalau pun Ramadhan tahun depan kita tidak bertemu lagi, paling tidak Ramadhan tahun ini mampu mengantar kita kepada ketaqwaan dan husnul khatimah.Ada pun beberapa warisan Ramadhan yang harus dijaga, yaitu:1. Jagalah spirit keimanannya.Bulan Ramadhan dengan seluruh keutamaannya telah memberikan spirit keimanan bagi setiap muslim. Atas dasar kekuatan imanlah ia mampu menahan lapar dan dahaganya saat berpuasa, dan atas dasar iman pula ia bertahan qiyam setiap malam, dan atas dasar iman pulalah ia mengeluarkan zakat fitrah dari hartanya di penghujung Ramadhan.Andaikata Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir bagi seorang muslim, tentu dia tidak akan membiarkan spirit keimanannya redup, dengan spirit tersebut ia akan terus bermujahadah untuk menggapai taqwa. Sebagaimana Firman Allah :يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Ali Imran : 102)يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تتقون“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (Al-Baqarah: 183)2. Jagalah tradisi ubudiyahnya.Bulan Ramadhan adalah momentum menguatnya tradisi beribadah, bukan hanya menguat secara kuantitas tetapi juga kualitas. Tradisi ubudiyah tidak hanya menguat di siang hari, tapi juga di malam hari. Intensitas ibadah semakin diperintahkan dipacu dengan mencari malam lailatul qadar. Nabi SAW bersabda:َ تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ“Carilah Lailatul Qadar pada malam yang ganjil dalam sepuluh malam yang akhir dari Ramadhan”. (HR. Bukhari)Dalam mencari lailatul qadar, tidak ada yang lebih kuat dipacu selain ibadah-ibadahnya, baik itu ibadah qalbiyah (ibadah hati), jasadiyah (ibadah fisik) atau pun ibadah maliyah (ibadah harus).Tradisi menguatnya ibadah di bulan Ramadhan ini harus bisa ditransfer ke bulan-bulan lainnya sesudah bulan Ramadhan.3. Rawatlah benteng-bentengnya.Amalan ibadah yang paling utama di bulan Ramadhan adalah ibadah puasa. Ia adalah benteng bagi setiap muslim, benteng dari syahwat dan benteng dari api neraka. Nabi bersabda :إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنْ النَّارِ هُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ“Puasa adalah tameng yang dijadikan tempat perlindungan seorang hamba dari neraka. Puasa itu untuk-Ku dan Saya sendiri yang memberinya pahala” (HR. Ahmad)Hadis tersebut menegaskan bahwa puasa adalah benteng pertahanan yang kuat bagi seorang muslim dari buruknya pengaruh syahwat perut dan kelamin. Nabi SAW bersabda:“Sungguh yang sangat aku takutkan dari kalian adalah syahwat keji dari perut, dan kemaluan kalian, serta hawa nafsu yang menyesatkan.”عن أبي هريرة قال سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن أكثر ما يدخل الناس الجنة فقال تقوى الله وحسن الخلق وسئل عن أكثر ما يدخل الناس النار فقال الفم والفرجDari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah SAW pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, maka beliau pun menjawab: “Takwa kepada Allah dan akhlak yang mulia.” Dan beliau juga ditanya tentang sesuatu yang paling banyak memasukkan orang ke dalam neraka, maka beliau menjawab: “Mulut dan kemaluan.” (HR. Tirmidzi)4. Jagalah kemesraan dengan Alquran.Nabi SAW bersabda: “Bacalah Alquran karena ia datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada pemiliknya. Bacalah zahrawain; Al Baqarah dan Ali ‘Imran, karena keduanya datang pada hari kiamat seolah-olah naungan, seolah-olah awan atau seolah-olah dua kelompok burung berbaris berhujjah membela para pemiliknya. Bacalah surat Al Baqarah karena mengambilnya berkah, meninggalkannya kerugian dan tidak bisa dikalahkan oleh tukang-tukang sihir.” (HR. Ahmad)Ramadhan telah berperan menjaga hubungan baik kita dengan Alquran dengan membacanya, mentadabburinya, serta mengamalkannya. Semua ini adalah pola kemesraan hubungan dengan Alquran yang harus terus dijaga agar ia juga menjaga kita dunia dan akhirat.5. Peliharalah atmosfir keagamaannya.Sekali dalam setahun Allah datangkan dalam kehidupan orang-orang beriman momentum yang begitu kuat atmosfir keagamaannya, itulah bulan Ramadhan. Pada momentum ini pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Padanya semua kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Dan di dalamnya ada satu malam yang lebih mulia dari seribu bulan.Bulan yang telah menghadirkan atmosfir keagamaan ini telah pergi, tapi kepergiannya tidak boleh menjadikan atmosfir keagamaan yang telah didatangkannya juga harus pergi. Kita wajib menjaga atmosfir keagamaan tersebut dalam kehidupan kita sesudah Ramadhan ini hingga nanti Allah menetapkan ajal kita. Allah berfirman:يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Ali Imran : 102)Ibnu Katsir menafsirkan ayat:وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ“dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. Artinya, peliharalah Islam dalam diri kalian sewaktu kalian sehat dan sejahtera agar kalian nanti mati dalam keadaan beragama Islam, karena sesungguhnya sifat dermawan itu terbina dalam diri seseorang berkat kebiasaannya dalam berderma. Barang siapa yang hidup menjalani suatu hal, maka ia pasti mati dalam keadaan berpegang kepada hal itu; dan barang siapa yang mati dalam keadaan berpegang kepada suatu hal, maka kelak ia dibangkitkan dalam keadaan tersebut.Perintah untuk menjaga atmosfir spiritual adalah perintah yang logis, karena hanya dengan menjaganyalah seseorang akan dengan mudah menjadikan akhir kehidupannya sebagai akhir kehidupan yang baik.Akhirnya marilah kita senantiasa menjaga warisan-warisan kebaikan yang telah dititipkan Ramadhan kepada kita, sehingga andai kita tidak bisa lagi bertemu Ramadhan yang akan datang, kita tetap akan berbahagia karena telah memelihara keutamaan yang telah diajarkannya kepada kira semua.Selanjutnya, pada penghujung khutbah ini, marilah kita sama-sama menundukkan kepala dan merendahkan hati kita tunduk dan berdoa kepada Allah SWT, Pemilik Segala Keagungan:اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ“Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِاَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa.اَللّهُمَّ اغْفِرْلِناْ وَلِوَالِدَيناَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِا صَغِيْرَا.Wahai Tuhan kami, ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami (Ibu dan Bapak kami), sayangilah mereka seperti mereka menyayangi kami di waktu kecil.اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rezki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang zhalim dan kafir.اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّYa Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami karena ia menjadi tempat hidup kami. Perbikilah akhirat kami karena ia menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَاYa Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama kami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِYa Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.Pencarian yang paling banyak dicari- khutbah idul fitri pilihan
- khutbah idul fitri sedih
- kumpulan khutbah idul fitri terbaik
- kumpulan ceramah idul fitri 1440 h
- khutbah idul fitri 2019 pdf
- materi khutbah idul fitri yang menyentuh hati
- khutbah idul fitri 1440 h
- khutbah idul fitri tentang kematian